Selasa, 18 November 2008

Kode Faktur Pajak

Nama : PT. Tangguak Tekatama
Alamat : Jln. Cipinang Timur No. 56 Cipinang Timur
Jakarta Timur
NPWP : 01.399.680.6.003.000
Tanggal Pengukuhan PKP : 03 Juli 2003



Nama : PT. PLN (PERSERO) AP. Pondok Kopi
Alamat : Jl. A. Sentra Primer Baru Jakarta Timur

NPWP : 01.001.629.3.051.019 NPPKP : 01.001.629.3.051.019



Nama : PT. PLN (PERSERO) Dist Jaya Tangerang APL Marunda
Alamat : Jln. Bhayangkara No. 10-11A Ruko Koja Baru
JAKARTA UTARA
NPWP : 01.001.629.3.051.037 NPPKP :



Nama : PT. PLN (PERSERO) APL Rawamangun
Alamat : JL. BALAI PUSTAKA TIMUR NO. 18
RAWAMANGUN JAKARTA TIMUR
NPWP : 01.001.629.3.051.040 NPPKP :



Nama : PT. PLN (PERSERO) Dist Jaya Tangerang APL Pondok Gede
Alamat : Jln. Raya Jati Makmur No. 150
JAKARTA Timur
NPWP : 01.001.629.3.432.003 NPPKP :



Nama : PT. PLN (PERSERO) AP. Pondok Ungu
Alamat : Ruko Ujung Menteng Blok A 25-26 Ujung Menteng

NPWP : 01.001.629.3.407.002 NPPKP :

FAKTUR PAJAK STANDAR

Lembar ke-1: Untuk Pembeli BKP/Penerima JKP
Sebagai Bukti Pajak Masukan
FAKTUR PAJAK STANDAR

Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak : 010.000-08.00000066
Pengusaha Kena Pajak

Nama : PT. Tangguak Tekatama
Alamat : Jln. Cipinang Timur No. 56 Cipinang Timur
Jakarta Timur
NPWP : 01.399.680.6.003.000
Tanggal Pengukuhan PKP : 03 Juli 2003

Pembeli Barang Kena Pajak / Penerima Jasa Kena Pajak

Nama : PT. PLN (PERSERO) AP. Pondok Kopi
Alamat : Jl. A. Sentra Primer Baru Jakarta Timur

NPWP : 01.001.629.3.051.019 NPPKP : 01.001.629.3.051.019


No.
Urut
Nama Barang Kena Pajak /
Jasa Kena Pajak Harga Jual / Penggantian /
Uang Muka / Termijn
(Rp.)

















Pekerjaan Pemutusan Sementara dan Penyambungan Kembali (TUL VI-01)

Periode : Oktober 2008

Surat Perjanjian (SPJN)

No. 077 PJ/041/DKP/2008

tanggal 01 Juli 2008







3.965.500,-
Harga Jual / Penggantian / Uang Muka / Termijn **) 3.965.500,-
Dikurangi Potongan Harga
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima
Dasar Pengenaan Pajak 3.605.000,-
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak 360.500,-

Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
Tarif DPP PPN BM
……….% Rp. …………... Rp. …………...
……….% Rp. …………... Rp. …………...
……….% Rp. …………... Rp. …………...
……….% Rp. …………... Rp. …………...
Jumlah Rp. …………...

Jakarta, 7 November 2008





Amri Johan, B.Sc
……………………………………….
Nama

Direktur
…………………
Jabatan


Lembar ke-2 : untuk PKP yang menerbitkan Faktur Pajak
Standar sebagai Bukti Pajak Keluaran
FAKTUR PAJAK STANDAR

Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak : 010.000-08.00000066
Pengusaha Kena Pajak

Nama : PT. Tangguak Tekatama
Alamat : Jln. Cipinang Timur No. 56 Cipinang Timur
Jakarta Timur
NPWP : 01.399.680.6.003.000
Tanggal Pengukuhan PKP : 03 Juli 2003

Pembeli Barang Kena Pajak / Penerima Jasa Kena Pajak

Nama : PT. PLN (PERSERO) AP. Pondok Kopi
Alamat : Jl. A. Sentra Primer Baru Jakarta Timur

NPWP : 01.001.629.3.051.019 NPPKP : 01.001.629.3.051.019


No.
Urut
Nama Barang Kena Pajak /
Jasa Kena Pajak Harga Jual / Penggantian /
Uang Muka / Termijn
(Rp.)

















Pekerjaan Pemutusan Sementara dan Penyambungan Kembali (TUL VI-01)

Periode : Oktober 2008

Surat Perjanjian (SPJN)

No. 077 PJ/041/DKP/2008

tanggal 01 Juli 2008




3.965.500,-
arga Jual / Penggantian / Uang Muka / Termijn **) 3.965.500,- 5.475.250,-
Dikurangi Potongan Harga
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima
Dasar Pengenaan Pajak 3.605.000,- 4.977.500,-
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak 360.500,- 497.750,-

Pajak Penjualan Atas Barang Mewah
Tarif DPP PPN BM
……….% Rp. …………... Rp. …………...
……….% Rp. …………... Rp. …………...
……….% Rp. …………... Rp. …………...
……….% Rp. …………... Rp. …………...
Jumlah Rp. …………...

Jakarta, 7 November 2008





Amri Johan, B.Sc
……………………………………….
Nama

Direktur
…………………
Jabatan

Permohonan Pembayaran TUL VI-01 Putus Tiang APL. Rawamangun

Jakarta, 08 Juli 2008
Nomor : 14/TT/PTS/RWM/VII/2008
Lamp. : 1 Berkas
Hal : Permohonan Pembayaran

Kepada Yth.
PT. PLN (Persero) DISTRIBUSI
JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
APL. RAWAMANGUN
Jln. Balai Pustaka Timur No. 18
Jakarta Timur
Dengan hormat,
Sesuai dengan kontrak perjanjian kerja :
Nomor SPK : 027.SPK/041/APL.RWM/2008
Tanggal : 01 April 2008
Pekerjaan : Out searching pemutusan sementara melalui tiang dan penyambungan
kembali TUL VI-01
Lokasi : AP. RAWAMANGUN
Periode : Bulan Juni 2008

Dengan selesainya pekerjaan tersebut di atas, kami mengajukan pembayaran 100% dari nilai pekerjaan yaitu sebesar Rp 18.619.260,- (Delapan Belas Juta Enam Ratus Sembilan Belas Ribu Dua Ratus Enam Puluh Rupiah)
Mohon pembayaran dilakukan secara tunai atau transfer ke rekening :
Atas nama : PT. TANGGUAK TEKATAMA
No. Rekening : 5000806228
Pada : BANK PEMBANGUNAN DAERAH DKI
KANTOR CABANG MATRAMAN JAKARTA TIMUR

Demikian permohonan pembayaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Hormat kami,




Amri Johan, B. Sc
Direktur

LAPORAN PEMERIKSAAN PEKERJAAN (LPP)
NO. /LPP/041/RWM/2008

Pada hari ini, Delapan Juli Dua Ribu Delapan, Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Sutisna
Jabatan : Supervisor Penagihan
Nama : Herminto
Jabatan : Asman Komersil PLN AP. Rawamangun

Melaporkan sebagai berikut :
1. Pekerjaan : Out searching pemutusan sementara melalui tiang dan
penyambungan kembali TUL VI-01
Periode : Juni 2008
Lokasi : AP. Rawamangun
Yang dilaksanakan oleh : PT. TANGGUAK TEKATAMA
Berdasarkan SPK No. : 027.SPK/041/APL.RWM/2008
Tanggal : 01 April 2008
Nilai PJN + PPN 10% : Rp 16.926.600 + Rp 1.692.660 = Rp 18.619.260
Terbilang : Delapan Belas Juta Enam Ratus Sembilan Belas Ribu Dua
Ratus Enam Puluh Rupiah

2. Pihak kedua menjamin pekerjaan selesai dilaksanakan sesuai syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pekerjaan telah selesai dilaksanakan dan kepada rekanan dapat dibayar sekaligus 100% sebesar Rp 18.619.260 (Delapan Belas Juta Enam Ratus Sembilan Belas Ribu Dua Ratus Enam Puluh Rupiah).



Jakarta, 08 Juli 2008
Asman Kom Supevisor Penagihan
AP. Rawamangun AP. Rawamangun




Herminto Sutisna


BERITA ACARA
PEMERIKSAAN PEKERJAAN SELESAI
NO. /BAPP/041/RWM/2008

Pada hari ini, Delapan Juli Dua Ribu Delapan, Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Nanang Isnandi, ST
Jabatan : Manager
Perusahaan : PT. PLN (Persero) Distribusi
Jakarta Raya & Tangerang
Area Pelayanan Rawamangun
Berkedudukan : Jln. Balai Pustaka Timur No. 18 Jakarta Timur

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA

Nama : Amri Johan, B.Sc.
Jabatan : Direktur
Berkedudukan : Jl. Persahabatan Timur No. 56
Cipinang, Jakarta Timur

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

PIHAK PERTAMA menyerahkan :
1. Pekerjaan : Out searching pemutusan sementara melalui tiang dan
penyambungan kembali TUL VI-01
Periode Juni 2008
Lokasi : AP. Rawamangun
Berdasarkan SPK No. : 027.SPK/041/APL.RWM/2008
Tanggal : 01 April 2008
Nilai PJN + PPN 10% : Rp 16.926.600 + Rp 1.692.660 = Rp 18.619.260
Terbilang : Delapan Belas Juta Enam Ratus Sembilan Belas Ribu Dua
Ratus Enam Puluh Rupiah

2. Pihak kedua menjamin pekerjaan selesai dilaksanakan sesuai syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku.

Demikianlah pemeriksaan pelaksanaan selesai ini dibuat rangkap 2 (dua) untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, 08 Juli 2008
Pihak Kedua Pihak Pertama





Amri Johan, Bsc Nanang Isnandi, ST
Direktur Manager


LAMPIRAN
SERAH TERIMA PEKERJAAN


Lokasi : AP. Rawamangun

SPK No. : 027.SPK/041/APL.RWM/2008
Tanggal : 01 April 2008
Jenis Pekerjaan : Out searching pemutusan sementara melalui tiang dan penyambungan
kembali TUL VI-01
Periode : Juni 2008


Jumlah Harga Satuan Volume Harga Satuan Jumlah Harga
Putus Tiang Plg 183 Rp 36.600 Rp 6.697.800
Paskem Plg 168 Rp 56.600 Rp 9.508.800
Lunas Plg 72 Rp 10.000 Rp 720.000
Sdrt + kwh tidak ada Plg 0 Rp 10.000 Rp 0
Jumlah Rp 16.926.600
PPN 10% Rp 1.692.660
Jumlah Rp 18.619.260


Terbilang :
(Delapan Belas Juta Enam Ratus Sembilan Belas Ribu Dua Ratus Enam Puluh Rupiah)
Mengetahui,
Asman Kom AP. Rawamangun Supervisor Penagihan
AP. Rawamangun Pelaksana
PT. Tangguak Tekatama





Herminto Sutisna M. Sihombing

Permohonan Pembayaran TUL VI-01 APL. Rawamangun

Jakarta, 06 November 2008
Nomor : 18/TT/PS/RWM/XI/2008
Lamp. : 1 Berkas
Hal : Permohonan Pembayaran

Kepada Yth.
PT. PLN (Persero) DISTRIBUSI
JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
APL. RAWAMANGUN
Jln. Balai Pustaka Timur No. 18
Jakarta Timur

Dengan hormat,
Sesuai dengan kontrak perjanjian kerja :
Nomor PJN : 037 PJ/041/APL.RWM/2008
Tanggal : 27 Juni 2008
Pekerjaan : Pemborongan Pekerjaan Pengiriman Surat Pemberitahuan Tunggakan
(1 Lembar)
Lokasi : AP. RAWAMANGUN
Periode : Oktober 2008

Dengan selesainya pekerjaan tersebut di atas, kami mengajukan pembayaran 100% dari nilai pekerjaan yaitu sebesar Rp 7.783.600,- (Tujuh Juta Tujuh Ratus Delapan Puluh Tiga Ribu Enam Ratus Rupiah)

Mohon pembayaran dilakukan secara tunai atau transfer ke rekening :
Atas nama : PT. TANGGUAK TEKATAMA
No. Rekening : 5000806228
Pada : BANK PEMBANGUNAN DAERAH DKI
KANTOR CABANG MATRAMAN JAKARTA TIMUR

Demikian permohonan pembayaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Hormat kami,




Amri Johan, B. Sc
Direktur


LAPORAN PEMERIKSAAN PEKERJAAN (LPP)
NO. /LPP/041/RWM/2008

Pada hari ini, Enam November Dua Ribu Delapan, Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Sutisna
Jabatan : Supervisor Penagihan
Nama : Herminto
Jabatan : Asman Komersil PLN AP. Rawamangun


Melaporkan sebagai berikut :

1. Pekerjaan : Pemborongan Pekerjaan Pengiriman Surat Pemberitahuan
Tunggakan (1 Lembar)
Periode : Oktober 2008
Lokasi : AP. Rawamangun
Yang dilaksanakan oleh : PT. TANGGUAK TEKATAMA
Berdasarkan PJN No. : 037 PJ/041/APL.RWM/2008
Tanggal : 27 Juni 2008
Nilai PJN + PPN 10% : Rp 7.076.000 + Rp 707.600 = Rp 7.783.600
Terbilang : Tujuh Juta Tujuh Ratus Delapan Puluh Tiga Ribu Enam
Ratus Rupiah

2. Pihak kedua menjamin pekerjaan selesai dilaksanakan sesuai syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pekerjaan telah selesai dilaksanakan dan kepada rekanan dapat dibayar sekaligus 100% sebesar Rp 7.783.600 (Tujuh Juta Tujuh Ratus Delapan Puluh Tiga Ribu Enam Ratus Rupiah).




Jakarta, 06 November 2008
Asman Kom Supevisor Penagihan
AP. Rawamangun AP. Rawamangun




Herminto Sutisna








BERITA ACARA
PEMERIKSAAN PEKERJAAN SELESAI
NO. /BAPP/041/RWM/2008

Pada hari ini, Enam November Dua Ribu Delapan, Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Nanang Isnandi
Jabatan : Manager
Perusahaan : PT. PLN (Persero) Distribusi
Jakarta Raya & Tangerang
Area Pelayanan Rawamangun
Berkedudukan : Jln. Balai Pustaka Timur No. 18 Jakarta Timur

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA

Nama : Amri Johan, B.Sc.
Jabatan : Direktur
Berkedudukan : Jl. Persahabatan Timur No. 56
Cipinang, Jakarta Timur

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

PIHAK PERTAMA menyerahkan :

1. Pekerjaan : Pemborongan Pekerjaan Pengiriman Surat Pemberitahuan
Tunggakan (1 Lembar)
Periode Oktober 2008
Lokasi : AP. Rawamangun
Berdasarkan PJN No. : 037 PJ/041/APL.RWM/2008
Tanggal : 27 Juni 2008
Nilai PJN + PPN 10% : Rp 7.076.000 + Rp 707.600 = Rp 7.783.600
Terbilang : Tujuh Juta Tujuh Ratus Delapan Puluh Tiga Ribu Enam Ratus
Rupiah

2. Pihak kedua menjamin pekerjaan selesai dilaksanakan sesuai syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku.

Demikianlah pemeriksaan pelaksanaan selesai ini dibuat rangkap 2 (dua) untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, 06 November 2008
Pihak Kedua Pihak Pertama





Amri Johan, Bsc Nanang Isnandi
Direktur Manager


LAMPIRAN
SERAH TERIMA PEKERJAAN


Lokasi : AP. Rawamangun


PJN No. : 037 PJ/041/APL.RWM/2008
Tanggal : 27 Juni 2008
Jenis Pekerjaan : Pemborongan Pekerjaan Pengiriman Surat Pemberitahuan Tunggakan
(1 Lembar)
Periode : Oktober 2008




Jumlah Harga Satuan Volume Harga Satuan Jumlah Harga
Pemutusan Sementara Plg 3538 2000 Rp 7.076.000
PPN 10%
Rp 707.600
Jumlah
Rp 7.783.600


Terbilang : (Tujuh Juta Tujuh Ratus Delapan Puluh Tiga Ribu Enam Ratus Rupiah)




Mengetahui,
Asman Kom AP. Rawamangun Supervisor Penagihan
AP. Rawamangun Pelaksana
PT. Tangguak Tekatama





Herminto Sutisna M. Sihombing

Permohonan Pembayaran TUL VI-03 APL. Pondok Ungu

Nomor : 23/TT/PB/PDU/X/2008 Jakarta, 27 Oktober 2008
Lamp. : 1 Berkas
Hal : Permohonan Pembayaran

Kepada Yth.
PT. PLN (Persero)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
APL. PONDOK UNGU
Jln. Hamengkubuwono IX, Km 25.
Ruko Ujung Menteng Blok A 25-26
Jakarta Timur

Dengan hormat,

Sehubungan dengan pekerjaan kami berdasarkan :

Nomor PJN : 010 PJ / 041 / APL PDU / 2008
Tanggal : 02 Januari 2008
Pekerjaan : Pra pemutusan Rampung, Pemutusan Rampung dan Penyambungan Kembali
Instalasi Listrik (TUL VI-03)
Tanggal Pekerjaan : 25 Agustus 2008 s/d 17 September 2008
Lokasi : Wilayah Kerja APL. PONDOK UNGU (tersebar)
Biaya Pekerjaan : Rp 7.466.470.-
Terbilang : Tujuh juta empat ratus enam puluh enam ribu empat ratus tujuh puluh rupiah.

Sudah selesai dilaksanakan dengan benar dan dapat diterima dengan baik, maka sesuai dengan hal tersebut di atas kami mengajukan Permohonan Pembayaran sebesar Rp 7.466.470.- (Tujuh juta empat ratus enam puluh enam ribu empat ratus tujuh puluh rupiah)
Mohon pembayaran dilakukan secara tunai atau transfer ke rekening :

Atas nama : PT. TANGGUAK TEKATAMA
No. Rekening : 5000806228
Pada : BANK PEMBANGUNAN DAERAH DKI
KANTOR CABANG MATRAMAN JAKARTA TIMUR

Demikian permohonan pembayaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Hormat kami,




Amri Johan, B. Sc
Direktur
LAPORAN PEMERIKSAAN PEKERJAAN
NO. /LPP/TUL VI-03/KOM/X/2008

PJN No. : 010 PJ / 041 / APL PDU / 2008
Tanggal : 02 Januari 2008

Pada hari Senin tanggal Enam Oktober Dua Ribu Delapan, Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama : Hendrayana
Jabatan : Asisten Manager Komersial
PT. PLN (Persero) AP. Pondok Ungu
Selanjutnya disebut : PIHAK KESATU

2. Nama : Amri Johan, B.Sc.
Jabatan : Direktur PT. Tangguak Tekatama
Selanjutnya disebut : PIHAK KEDUA

Berdasarkan Perjanjian No. , PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA telah mengadakan pemeriksaan atas pekerjaan untuk jasa pra pemutusan rampung, pemutusan rampung, dan penyambungan kembali TUL VI-03 dengan :

Uraian : Jasa pemborongan kerja pra pemutusan rampung, pemutusan rampung,
dan penyambungan kembali penyaluran tenaga listrik instalasi pelanggan
PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta dan Tangerang Area Pelayanan
Pondok Ungu

Dilaksanakan oleh : PT. TANGGUAK TEKATAMA
Jln. Persahabatan Timur No. 56
Cipinang, Jakarta Timur

Biaya Pekerjaan : Rp 7.466.470.-

BA Penyerahan TUL VI-03 : September 2008

Dengan ini menyatakan : Telah mengadakan penelitian dan pemeriksaan hasil pekerjaan tersebut.

Seluruh pekerjaan yang dimaksud dalam surat perjanjian / PJN tersebut di atas telah selesai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan ketentuan dalam surat perjanjian / PJN tersebut di atas, maka perusahaan yang bersangkutan menerima pembayaran sejumlah Rp 7.466.470.- (Tujuh juta empat ratus enam puluh enam ribu empat ratus tujuh puluh rupiah)










BERITA ACARA PEMERIKSAAN PEKERJAAN
NO. /BAPP/TUL VI-03/X/2008

Pada hari Senin tanggal Enam Oktober Dua Ribu Delapan, Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama : Hendrayana
Jabatan : Asisten Manager Komersial
PT. PLN (Persero) AP. Pondok Ungu
Selanjutnya disebut : PIHAK KESATU
Berkedudukan : PT. PLN AREA PELAYANAN PONDOK UNGU
Jln. Hamengkubuwono IX, Km 25.RUKO UJUNG
MENTENG Blok A 25-26 Jakarta Timur
Selanjutnya disebut : PIHAK KESATU

2. Nama : Amri Johan, B.Sc.
Jabatan : Direktur
Berkedudukan : Jl. Persahabatan Timur No. 56
Cipinang, Jakarta Timur
Selanjutnya disebut : PIHAK KEDUA

Berdasarkan PJN PIHAK KESATU 010 PJ / 041 / APL PDU / 2008 dan PIHAK KEDUA No. 14/TT-KP/VII/2007 tanggal 02 Januari 2008, kedua belah pihak telah melaksanakan Pemeriksaan Pekerjaan sebagai berikut :

1. Menunjuk LPP No. /LPP/TUL VI-03/KOM/IV/2008 tanggal 06 Oktober 2008 bahwa pekerjaan tanggal 25 Agustus 2008 s/d 17 September 2008 telah selesai dilaksanakan.
2. PIHAK KEDUA sudah dapat menagih sejumlah biaya sebesar 100% = Rp 6.787.700,- +
Rp 678.770,- = Rp 7.466.470,- (Tujuh juta empat ratus enam puluh enam ribu empat ratus tujuh tujuh puluh rupiah)

Demikianlah Berita Acara ini dibuat dan ditandatangani di Jakarta pada hari ini dan tanggal di atas dalam rangkap 4 (empat) dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.



BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN
NO. 23 /BASTP/TUL VI-03/X/2008

Pada hari Senin tanggal Enam Oktober Dua Ribu Delapan, Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama : Ir. Lasiran M.H
Jabatan : Manager
PT. PLN (Persero) AP. Pondok Ungu

2. Nama : Amri Johan, B.Sc.
Jabatan : Direktur PT. Tangguak Tekatama

Berdasarkan Perjanjian No. 010 PJ / 041 / APL PDU / 2008, PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA telah mengadakan pemeriksaan atas pra pemutusan rampung, pemutusan rampung, dan penyambungan kembali penyaluran tenaga listrik instalasi pelanggan.
Pekerjaan telah dilaksanakan dengan baik dan hasil pekerjaan tersebut telah diserahterimakan kepada PT. PLN (Persero) Area Pelayanan Pondok Ungu.

Berdasarkan Perjanjian No. 010 PJ / 041 / APL PDU / 2008, PIHAK KEDUA berhak menerima pembayaran sebesar :

No. Uraian Pekerjaan Volume Harga Satuan Jumlah
Volume
1 Phasa 3 Phasa 1 Phasa 3 Phasa
01 Bongkar Rampung 11 Plg 0 Plg Rp 54.500 Rp 54.500 Rp 599.500
02 Putus Tiang 87 Plg 0 Plg Rp 36.600 Rp 41.500 Rp 3.184.200
03 Paskem Putus Tiang 40 Plg 0 Plg Rp 56.600 Rp 61.500 Rp 2.264.000
04 Pelunasan 74 Plg 0 Plg Rp 10.000 Rp 10.000 Rp 740.000
Jumlah Rp 6.787.700
PPN 10% Rp 678.770
Terbilang : Tujuh juta empat ratus enam puluh enam ribu empat ratus tujuh puluh rupiah. Tagihan Rp 7.466.470

Demikianlah Berita Acara Serah Terima Pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya.



PIHAK KEDUA PIHAK KESATU
PT. TANGGUAK TEKATAMA PT. PLN (Persero)
AREA PELAYANAN PONDOK UNGU





Amri Johan, B. Sc Ir. Lasiran M.H
Direktur Manager

Permohonan Pembayaran TUL VI-01 APL. Pondok Ungu

Nomor : 22/TT/PS/PDU/X/2008 Jakarta, 27 Oktober 2008
Lamp. : 1 Berkas
Hal : Permohonan Pembayaran

Kepada Yth.
PT. PLN (Persero)
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
APL. PONDOK UNGU
Jln. Hamengkubuwono IX, Km 25.
Ruko Ujung Menteng Blok A 25-26
Jakarta Timur

Dengan hormat,

Sehubungan dengan pekerjaan kami berdasarkan :

Nomor PJN : No. 011 PJ/041/APL PDU/2008
Tanggal : 02 Januari 2008
Pekerjaan : Pemutusan Sementara dan Penyambungan Kembali Instalasi Listrik (TUL VI-01)
Tanggal Pekerjaan : September 2008
Lokasi : Wilayah Kerja APL. PONDOK UNGU (tersebar)
Biaya Pekerjaan : Rp 1.889.800.-
Terbilang : Satu juta delapan ratus delapan puluh sembilan ribu delapan ratus rupiah

Sudah selesai dilaksanakan dengan benar dan dapat diterima dengan baik, maka sesuai dengan hal tersebut di atas kami mengajukan Permohonan Pembayaran sebesar Rp 1.889.800.- (Satu juta delapan ratus ribu delapan puluh sembilan delapan ratus rupiah .)
Mohon pembayaran dilakukan secara tunai atau transfer ke rekening :

Atas nama : PT. TANGGUAK TEKATAMA
No. Rekening : 5000806228
Pada : BANK PEMBANGUNAN DAERAH DKI
KANTOR CABANG MATRAMAN JAKARTA TIMUR

Demikian permohonan pembayaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Hormat kami,




Amri Johan, B. Sc
Direktur
LAPORAN PEMERIKSAAN PEKERJAAN
NO. /LPP/TUL VI-01/KOM/X/2008

PJN No. : No. 011 PJ/041/APL PDU/2008
Tanggal : 02 Januari 2008

Pada hari Senin tanggal Enam Oktober tahun Dua Ribu Delapan, Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama : Hendrayana
Jabatan : Asisten Manager Komersial
PT. PLN (Persero) AP. Pondok Ungu
Selanjutnya disebut : PIHAK KESATU

2. Nama : Amri Johan, B.Sc.
Jabatan : Direktur PT. Tangguak Tekatama
Selanjutnya disebut : PIHAK KEDUA

Berdasarkan Perjanjian No. , PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA telah mengadakan pemeriksaan atas pekerjaan untuk jasa pra pemutusan rampung, pemutusan rampung, dan penyambungan kembali TUL VI-01 dengan :

Uraian : Jasa pemborongan kerja Pemutusan Sementara dan Penyambungan
Kembali penyaluran tenaga listrik instalasi pelanggan
PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta dan Tangerang Area
Pelayanan Pondok Ungu

Dilaksanakan oleh : PT. TANGGUAK TEKATAMA
Jln. Persahabatan Timur No. 56
Cipinang, Jakarta Timur

Biaya Pekerjaan : Rp 1.889.800.-

BA Penyerahan TUL VI-01 : September 2008

Dengan ini menyatakan : Telah mengadakan penelitian dan pemeriksaan hasil pekerjaan tersebut.

Seluruh pekerjaan yang dimaksud dalam surat perjanjian / PJN tersebut di atas telah selesai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan ketentuan dalam surat perjanjian / PJN tersebut di atas, maka perusahaan yang bersangkutan menerima pembayaran sejumlah Rp 1.889.800.- (Satu juta delapan ratus delapan puluh sembilan delapan ratus rupiah)









BERITA ACARA PEMERIKSAAN PEKERJAAN
NO. /BAPP/TUL VI-01/X/2008

Pada hari Senin tanggal Enam Oktober tahun Dua Ribu Delapan, Kami yang bertanda tangan di bawah ini

1. Nama : Hendrayana
Jabatan : Asisten Manager Komersial
PT. PLN (Persero) AP. Pondok Ungu
Selanjutnya disebut : PIHAK KESATU
Berkedudukan : PT. PLN AREA PELAYANAN PONDOK UNGU
Jln. Hamengkubuwono IX, Km 25.RUKO UJUNG
MENTENG Blok A 25-26 Jakarta Timur

2. Nama : Amri Johan, B.Sc.
Jabatan : Direktur
Berkedudukan : Jl. Persahabatan Timur No. 56
Cipinang, Jakarta Timur
Selanjutnya disebut : PIHAK KEDUA

Berdasarkan PJN PIHAK KESATU 011 PJ/041/APL PDU/2008 dan PIHAK KEDUA No. 14/TT-KP/VII/2007 tanggal 2 Juli 2007, kedua belah pihak telah melaksanakan Pemeriksaan Pekerjaan sebagai berikut :

1. Menunjuk LPP No. /LPP/TUL VI-01/KOM/VII/2008 tanggal 6 Oktober 2008 bahwa pekerjaan bulan September 2008 telah selesai dilaksanakan.
2. PIHAK KEDUA sudah dapat menagih sejumlah biaya sebesar 100% = Rp 1.718.000,- + Rp 171.800,- = Rp 1.889.800,- (Satu juta delapan ratus delapan puluh sembilan ribu delapan ratus rupiah).


Demikianlah Berita Acara ini dibuat dan ditandatangani di Jakarta pada hari ini dan tanggal di atas dalam rangkap 4 (empat) dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.





BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN
NO. 22 /BASTP/TUL VI-01/X/2008

Pada hari Senin tanggal Enam Oktober tahun Dua ribu delapan Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama : Ir. LASIRAN M.H
Jabatan : Manager
PT. PLN (Persero) AP. Pondok Ungu

2. Nama : Amri Johan, B.Sc.
Jabatan : Direktur PT. Tangguak Tekatama

Berdasarkan Perjanjian No. 011 PJ/041/APL PDU/2008, PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA telah mengadakan pemeriksaan atas Pemutusan Sementara dan Penyambungan Kembali penyaluran tenaga listrik instalasi pelanggan.
Pekerjaan telah dilaksanakan dengan baik dan hasil pekerjaan tersebut telah diserahterimakan kepada PT. PLN (Persero) Area Pelayanan Pondok Ungu.

Berdasarkan Perjanjian No. 011 PJ/041/APL PDU/2008, PIHAK KEDUA berhak menerima pembayaran sebesar :

No. Uraian Pekerjaan Volume Pelanggan Harga Satuan Jumlah
01 Lunas Diputus 324 Rp 5.000 Rp 1.620.000
02 Lunas Tidak Diputus 49 Rp 2.000 Rp 98.000
Sub Total Rp 1.718.000
PPN 10% Rp 171.800
Total Rp 1.889.800
Pinalti Tidak mencapai SLA
Sesuai Pasal 13 1.4 .= 10% X Jumlah Tagihan
Rp 188.980

Terbilang: Satu juta tujuh ratus ribu delapan ratus dua puluh ribu rupiah Rp 1.700.820

Demikianlah Berita Acara Serah Terima Pekerjaan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Permohonan Pembayaran APL. Pondok Kopi

Jakarta, 10 Oktober 2008
Nomor : 03/TT/PS/PDK/X/2008
Lamp. : 1 Berkas
Hal : Permohonan Pembayaran

Kepada Yth.
PT. PLN (Persero) DISTRIBUSI
JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
APL. PONDOK KOPI
Jln. Sentra Primer Baru
Jakarta Timur
Dengan hormat,
Sesuai dengan Surat Perjanjian (SPJN) No. 077 PJ/041/DKP/2008 tanggal 01 Juli 2008 tentang: Pekerjaan Pemutusan Sementara Penyaluran Tenaga Listrik dan Penyambungan Kembali
(TUL VI-01) Periode Bulan September 2008 lokasi tersebar di APL. Pondok Kopi.

Kami sampaikan bahwa :
1. Seluruh pekerjaan selesai dilaksanakan sesuai ketentuan dan persyaratan yang berlaku.
2. Sesuai butir 1 (satu) tersebut di atas, dapat dibayarkan sekaligus sebesar Rp 5.475.250 (Lima juta empat ratus tujuh puluh lima ribu dua ratus lima puluh rupiah).

a. Pelunasan TUL VI-01 : 645 x Rp 2.000 = Rp 1.290.000
b. Penyambungan Kembali TUL VI-01 : 105 x Rp 2.500 = Rp 262.500
c. Pemutusan TUL VI-01 : 685 x Rp 5.000 = Rp 3.425.000
Sub Total = Rp 4.977.500
d. PPN 10 % = Rp 497.750
Total = Rp 5.475.250

3. Berdasarkan hal tersebut di atas, mohon pembayaran dilakukan tunai atau transfer ke rekening :
Atas nama : PT. TANGGUAK TEKATAMA
No. Rekening : 5000806228
Pada : BANK PEMBANGUNAN DAERAH DKI
KANTOR CABANG MATRAMAN JAKARTA TIMUR

Demikian permohonan pembayaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Hormat kami,




Amri Johan, B. Sc
Direktur






LAPORAN PELAKSANAAN PEKERJAAN SELESAI

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Amri Johan, B.Sc.
Jabatan : Direktur
Berkedudukan : Jl. Persahabatan Timur No. 56
Cipinang, Jakarta Timur
Selaku Pelaksana :
Pemborongan Pekerjaan Pemutusan Sementara Penyaluran Tenaga Listrik dan Penyambungan Kembali (TUL VI-01).

Uraian Pekerjaan :
a. Pelunasan TUL VI-01 : 645 x Rp 2.000 = Rp 1.290.000
b. Penyambungan Kembali TUL VI-01 : 105 x Rp 2.500 = Rp 262.500
c. Pemutusan TUL VI-01 : 685 x Rp 5.000 = Rp 3.425.000
Sub Total = Rp 4.977.500
d. PPN 10 % = Rp 497.750
Total = Rp 5.475.250

Terbilang : Lima juta empat ratus tujuh puluh lima ribu dua ratus lima puluh rupiah

Sesuai dengan Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan Pemutusan Sementara Penyaluran Tenaga Listrik dan Penyambungan Kembali (TUL VI-01) No. 077 PJ/041/DKP/2008 tanggal 01 Juli 2008.
Dengan ini menyatakan bahwa pelaksanaan Pemborongan Pekerjaan Pemutusan Sementara Penyaluran Tenaga Listrik dan Penyambungan Kembali (TUL VI-01), sebagaimana tersebut di atas telah selesai pada tanggal 30 September, oleh karena itu kami mohon biaya pelaksanaan untuk pekerjaan tersebut dapat dibayarkan.

Demikianlah laporan ini dibuat dengan sesungguhnya.


Jakarta, 06 Oktober 2008
Hormat kami,




Amri Johan, B. Sc
Direktur








BERITA ACARA PEMERIKSAAN PEKERJAAN
NO. .BA/041/DKP/2008

Pada hari Rabu tanggal Tujuh Oktober tahun Dua Ribu Delapan, kami yang bertanda tangan di bawah ini telah mengadakan pemeriksaan atas penyelesaian seluruh pekerjaan Pemutusan Sementara Penyaluran Tenaga Listrik dan Penyambungan Kembali (TUL VI-01) untuk periode September 2008 dengan uraian pekerjaan adalah sebagai berikut:

A. Uraian Pekerjaan

No.
Uraian Pekerjaan Jumlah
Pelanggan Harga Satuan Pekerjaan
Jumlah Harga
1 Pemutusan TUL VI-01 685 Rp 5.000,- Rp 3.425.000,-
2 Penyambungan Kembali TUL VI-01 105 Rp 2.500,- Rp 262.500,-
3 Pelunasan TUL VI-01 645 Rp 2.000,- Rp 1.290.000,-
Sub Total Rp 4.977.500,-
PPN 10 % Rp 497.750,-
Total Rp 5.475.250,-
Terbilang : Lima juta empat ratus tujuh puluh lima ribu dua ratus lima puluh rupiah

B. Dilaksanakan oleh : PT. Tangguak Tekatama
C. Harga Borongan : Rp 5.475.250,-
D. Nomor Perjanjian : No. 077 PJ/041/DKP/2008 tanggal 01 Juli 2008

Dengan ini menyatakan selesai 100%

Telah mengadakan penelitian dan penilaian atas kebenaran fisik dari pekerjaan tesebut.
Seluruh pekerjaan yang dimaksaud dalam perjanjian tersebut di atas maka perusahaan yang bersangkutan berhak menerima sejumlah Rp 5.475.250,- (Lima juta empat ratus tujuh puluh lima ribu dua ratus lima puluh rupiah)


Mengetahui/ Menyetujui, Pemeriksa,





Ir. SUDIRTO




MARWOTO
Asman Komersial Supervisor Penagihan








BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN (BASTP)

Pada hari Rabu tanggal Delapan Oktober tahun Dua Ribu Delapan, kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Amri Johan, B. Sc : Selaku Direktur PT. Tangguak Tekatama yang berkedudukan di Jl.
Persahabatan Timur No. 56, Cipinang, Jakarta Timur.
Yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

Ir. Slamet Mulyadi, MM. : Selaku Manager Area Pelayanan Pondok Kopi PT. PLN (Persero)
Distribusi Jakarta Raya Dan Tangerang beralamat di Jln. Sentra
Primer Baru, Jakarta Timur.
Yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

Dengan ini melaksanakan Serah Terima Pekerjaan Pemutusan Sementara Penyaluran Tenaga Listrik dan Penyambungan Kembali (TUL VI-01) di wilayah kerja PT. PLN (Persero) APL Pondok Kopi untuk periode bulan September 2008 berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan No.029a.BA/041/DKP/2008 tanggal 07 Oktober 2008, dengan nilai Rp 5.475.250,- (Lima juta empat ratus tujuh puluh lima ribu dua ratus lima puluh rupiah).
1. Pihak pertama dengan ini menyerahkan hasil pekerjaan tersebut di atas dan telah dilaksanakan dengan baik, sesuai syarat-syarat dan bestek, serta petunjuk pejabat/pengawas yang berwenang.
2. Pihak kedua menerima penyerahan hasil pekerjaan tersebut di atas.
PIHAK KEDUA
PT. PLN (PERSERO)
DISTRIBUSI JAYA & TANGERANG
APL. PONDOK KOPI PIHAK PERTAMA
PT. Tangguak Tekatama





Ir. SLAMET MULYADI, MM AMRI JOHAN, B.Sc
Manager Direktur
Demikianlah Berita Acara ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya, oleh pihak yang berkepentingan dan dibuat rangkap 2(dua).

Permohonan Pembayaran APL. Pondok Gede

Jakarta, 20 Oktober 2008
Nomor : 08/TT/PTS/PGD/X/2008
Lamp. : 1 Berkas
Hal : Permohonan Pembayaran

Kepada Yth.
PT. PLN (Persero) DISTRIBUSI
JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
APL. PONDOK GEDE
Jln. Raya Jati Makmur No. 150
Jakarta Timur
Dengan hormat,
Sesuai dengan kontrak perjanjian kerja :
Nomor PJN : 029. PJ / 041 / AP.PGD / 2008
Tanggal : 02 Juni 2008
Pekerjaan : Bongkar Rampung 1 phase dan 3 phase
Lokasi : AP. PONDOK GEDE
Periode : Bulan September 2008

Dengan selesainya pekerjaan tersebut di atas, kami mengajukan pembayaran 100% dari nilai pekerjaan yaitu sebesar Rp 1.037.300,- (Satu Juta Tiga Puluh Tujuh Ribu Tiga Ratus Rupiah)
Mohon pembayaran dilakukan secara tunai atau transfer ke rekening :
Atas nama : PT. TANGGUAK TEKATAMA
No. Rekening : 5000806228
Pada : BANK PEMBANGUNAN DAERAH DKI
KANTOR CABANG MATRAMAN JAKARTA TIMUR

Demikian permohonan pembayaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Hormat kami,




Amri Johan, B. Sc
Direktur





BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN

Pada hari ini Senin, tanggal Dua Puluh Oktober tahun Dua Ribu Delapan, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama : Ir. Edy Suseno
Jabatan : Manager
Berkedudukan di : PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang
Area Pelayanan Pondok Gede
Jl. Raya Jati Makmur No. 150, Bekasi
Selanjutnya disebut : PIHAK PERTAMA

2. Nama : Amri Johan, B.Sc
Jabatan : Direktur
Mewakili : PT. TANGGUAK TEKATAMA
Berkedudukan di : Jl. Persahabatan Timur No. 56, Cipinang, Jakarta Timur
Telp. 021-4722048
Selanjutnya disebut : PIHAK KEDUA

Berdasarkan Perjanjian No. 029. PJ / 041 / AP.PGD / 2008, TUL VI-03 tanggal 02 Juni 2008, serta Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan No. BA / 041 / AP.PGD / 2008 dan Laporan Pemeriksaan Pekerjaan No. LPP No. / 041 / AP.PGD / 2008 tanggal 20 Oktober 2008, dengan menyatakan sebagai berikut :

1. Pihak Kedua telah melaksanakan pekerjaan Pemutusan Sementara Penyaluran Tenaga Listrik dan Penyambungan Kembali Tenaga Listrik pada PT. PLN (Persero) Area Pelayanan Pondok Gede.
2. Pihak Kesatu menerima pekerjaan selesai tersebut di atas dari pihak Kedua sesuai dengan Surat Perjanjian tersebut di atas.
3. Pihak Kesatu mengenakan denda / sanksi kepada pihak Kedua dan Pihak Kedua menerima dikenakan denda / sanksi sesuai pasal 13 ayat 1 tanggal 02 Juni 2008 sebesar Rp 0,-
4. Pihak Kedua dapat mengajukan tagihan sebesar Rp 1.037.300,-

Demikan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga), untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, 20 Oktober 2008
PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA
PT. TANGGUAK TEKATAMA PT. PLN (Persero) AP. PONDOK GEDE





Amri Johan, B.Sc EDY SUSENO
DIREKTUR MANAGER






BERITA ACARA
PEMERIKSAAN PEKERJAAN SELESAI
No. BAPP / 041 / AP.PGD / 2008

Pada hari ini Senin, tanggal Dua Puluh Oktober tahun Dua Ribu Delapan, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama : Hj. Elly Murni
Jabatan : PH. Asman Komersial
Mewakili : PT. PLN (Persero) Area Pelayanan Pondok
Berkedudukan di : Jl. Raya Jati Makmur No. 150, Bekasi
Selanjutnya disebut : PIHAK PERTAMA

2. Nama : Amri Johan, B.Sc
Jabatan : Direktur
Mewakili : PT. TANGGUAK TEKATAMA
Berkedudukan di : Jl. Persahabatan Timur No. 56, Cipinang, Jakarta Timur
Telp. 021-4722048
Selanjutnya disebut : PIHAK KEDUA

Berpendapat sebagai berikut :

1. Pekerjaan : Pemborongan pekerjaan pemutusan sementara melalui tiang, pemutusan
rampung, dan penyambungan kembali.
Lokasi AP. Pondok Gede
Sesuai PJN No. : No. 029. PJ / 041 / AP.PGD / 2008
Nilai PJN : Rp 1.037.300,-
Terbilang : Satu Juta Tiga Puluh Tujuh Ribu Tiga Ratus Rupiah
2. Menunjuk LPP No. : LPP No. / 041 / AP.PGD / 2008.
3. Pihak Kedua menjamin pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan sesuai syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku..

Demikan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga), untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.


Jakarta, 20 Oktober 2008
PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA
PT. TANGGUAK TEKATAMA PT. PLN (Persero) AP. PONDOK GEDE





Amri Johan, B.Sc Hj. Elly Murni
DIREKTUR PH. Asman Komersial





BERITA ACARA
PENYERAHAN PEKERJAAN SELESAI
No. BAPPS / 041 / AP.PGD / 2008

Pada hari ini Senin, tanggal Dua Puluh Oktober tahun Dua Ribu Delapan, kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama : Amri Johan, B.Sc
Jabatan : Direktur
Mewakili : PT. TANGGUAK TEKATAMA
Berkedudukan di : Jl. Persahabatan Timur No. 56, Cipinang, Jakarta Timur
Telp. 021-4722048
Selanjutnya disebut : PIHAK PERTAMA

2. Nama : Ir. Edy Suseno
Jabatan : Manager
Berkedudukan di : PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang
Area Pelayanan Pondok Gede
Jl. Raya Jati Makmur No. 150, Bekasi

Berdasarkan Perjanjian No. 029. PJ / 041 / AP.PGD / 2008, TUL VI-03 tanggal 02 Juni 2008, kedua belah pihak telah melaksanakan penyelesaian pekerjaan sebagai berikut :

PIHAK PERTAMA telah menyerahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA telah menerima dari PIHAK PERTAMA.
Pekerjaan : Pemborongan pekerjaan pemutusan sementara melalui tiang, pemutusan rampung, dan
penyambungan kembali.
Lokasi AP. Pondok Gede
Sesuai PJN No : No. 029. PJ / 041 / AP.PGD / 2008
Tanggal PJN : 02 Juni 2008
Nilai PJN : Rp 1.037.300,-
Terbilang : Satu Juta Tiga Puluh Tujuh Ribu Tiga Ratus Rupiah

Demikan Berita Acara Penyerahan Pekerjaan Selesai ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga), untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, 20 Oktober 2008
PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA
PT. PLN (Persero) AP. PONDOK GEDE PT. TANGGUAK TEKATAMA




Ir. Edy Suseno Amri Johan, B.Sc
Manager Direktur






LAPORAN PEMERIKSAAN PEKERJAAN
No.LPP / 041 / AP.PGD / 2008

Pada hari ini Senin, tanggal Dua Puluh Oktober tahun Dua Ribu Delapan, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama : Endro Wibowo
Jabatan : Spv. Penagihan Rekening AP. Pondok Gede

2. Nama : Hj. Elly Murni
Jabatan : PH. Asman Komersial

Melaporkan pekerjaan sebagai berikut :
Pekerjaan : Pemborongan pekerjaan pemutusan sementara melalui tiang, pemutusan rampung, dan
penyambungan kembali.
Lokasi AP. Pondok Gede
Dilaksanakan oleh : PT. Tangguak Tekatama
Sesuai PJN No : 029. PJ / 041 / AP.PGD / 2008
Tanggal PJN : 02 Juni 2008
Nilai PJN : Rp 1.037.300,-

Pekerjaan telah selesai dilaksanakan dan kepada rekanan dapat dibayarkan sekaligus 100% Rp. Rp 1.037.300,-
Terbilang Satu Juta Tiga Puluh Tujuh Ribu Tiga Ratus Rupiah.


Demikan Laporan Pemeriksaan Pekerjaan ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga), untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.



Jakarta, 20 Oktober 2008
PH. Asman Komersial Spv. Penagihan Rekening
Area Pelayanan PONDOK GEDE Area Pelayanan PONDOK GEDE





(Hj. Elly Murni) (Endro Wibowo)






LAMPIRAN
BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN

Lokasi : AP. Pondok Gede
Nomor PJN : 029. PJ / 041 / AP.PGD / 2008
Tanggal PJN : 02 Juni 2008
Jenis Pekerjaan: Pemborongan pekerjaan pemutusan sementara melalui tiang, pemutusan rampung, dan
penyambungan kembali

Uraian Pekerjaan Satuan Volume Harga Satuan Jumlah Harga
Bongkar Rampung 1 phase Plg 14 Rp 54.500 Rp 763.000
Bongkar Rampung 3 phase Plg 0 Rp 54.500 Rp 0
Penyambungan 1 phase Plg 0 Rp 56.600 Rp 0
Penyambungan 3 phase Plg 0 Rp 61.500 Rp 0
Putus Tiang 1 phase Plg 0 Rp 36.600 Rp 0
Putus Tiang 3 phase Plg 0 Rp 41.500 Rp 0
Lunas Plg 18 Rp 10.000 Rp 180.000
Jumlah Rp 943.000
PPN 10% Rp 94.300
Jumlah Rp 1.037.300

Terbilang : Satu Juta Tiga Puluh Tujuh Ribu Tiga Ratus Rupiah


Mengetahui,

PH.Asman Komersial
AP. Pondok Gede Spv. Penagihan Rekening
AP. Pondok Gede
PT. Tangguak Tekatama





Hj. Elly Murni
Endro Wibowo Amri Johan, Bsc

Permohonan Pembayaran APL. Pondok Gede

Jakarta, 20 Oktober 2008
Nomor : 07/TT/PS/PGD/X/2008
Lamp. : 1 Berkas
Hal : Permohonan Pembayaran

Kepada Yth.
PT. PLN (Persero) DISTRIBUSI
JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
APL. PONDOK GEDE
Jln. Raya Jati Makmur No. 150
Jakarta Timur
Dengan hormat,
Sesuai dengan kontrak perjanjian kerja :
Nomor PJN : 028. PJ / 041 / AP.PGD / 2008
Tanggal : 02 Juni 2008
Pekerjaan : Pemutusan Sementara Penyaluran Tenaga Listrik dan Penyambungan Kembali Tenaga
Listrik Pelanggan (TUL VI-01)
Lokasi : AP. PONDOK GEDE
Periode : Bulan September 2008

Dengan selesainya pekerjaan tersebut di atas, kami mengajukan pembayaran 100% dari nilai pekerjaan yaitu sebesar Rp 2.126.300,- (Dua Juta Seratus Dua Puluh Enam Ribu Tiga Ratus Rupiah)
Mohon pembayaran dilakukan secara tunai atau transfer ke rekening :
Atas nama : PT. TANGGUAK TEKATAMA
No. Rekening : 5000806228
Pada : BANK PEMBANGUNAN DAERAH DKI
KANTOR CABANG MATRAMAN JAKARTA TIMUR

Demikian permohonan pembayaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Hormat kami,




Amri Johan, B. Sc
Direktur





BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN

Pada hari ini Senin, tanggal Dua Puluh Oktober tahun Dua Ribu Delapan, kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama : Ir. Edy Suseno
Jabatan : Manager
Berkedudukan di : PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang
Area Pelayanan Pondok Gede
Jl. Raya Jati Makmur No. 150, Bekasi
Selanjutnya disebut : PIHAK PERTAMA

2. Nama : Amri Johan, B.Sc
Jabatan : Direktur
Mewakili : PT. TANGGUAK TEKATAMA
Berkedudukan di : Jl. Persahabatan Timur No. 56, Cipinang, Jakarta Timur
Telp. 021-4722048
Selanjutnya disebut : PIHAK KEDUA

Berdasarkan Perjanjian No. 028. PJ / 041 / AP.PGD / 2008, TUL VI-01 tanggal 02 Juni 2008, serta Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan No. BA / 041 / AP.PGD / 2008 dan Laporan Pemeriksaan Pekerjaan No. LPP No. aaaa/ 041 / AP.PGD / 2008 tanggal 20 Oktober 2008, dengan menyatakan sebagai berikut :

1. Pihak Kedua telah melaksanakan pekerjaan Pemutusan Sementara Penyaluran Tenaga Listrik dan Penyambungan Kembali Tenaga Listrik pada PT. PLN (Persero) Area Pelayanan Pondok Gede.
2. Pihak Kesatu menerima pekerjaan selesai tersebut di atas dari pihak Kedua sesuai dengan Surat Perjanjian tersebut di atas.
3. Pihak Kesatu mengenakan denda / sanksi kepada pihak Kedua dan Pihak Kedua menerima dikenakan denda / sanksi sesuai pasal 13 ayat 1 tanggal 02 Juni 2008 sebesar Rp 15.000,-
4. Pihak Kedua dapat mengajukan tagihan sebesar Rp 2.111.300,-

Demikan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga), untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, 20 Oktober 2008
PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA
PT. TANGGUAK TEKATAMA PT. PLN (Persero) AP. PONDOK GEDE





Amri Johan, B.Sc EDY SUSENO
DIREKTUR MANAGER







BERITA ACARA PEMERIKSAAN PEKERJAAN
No. BA / 041 / AP.PGD / 2008

Pada hari ini Senin, tanggal Dua Puluh Oktober tahun Dua Ribu Delapan, kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama : Hj. ELLY MURNI
Jabatan : PH. Asman Komersial
Mewakili : PT. PLN (Persero) Area Pelayanan Pondok Gede
Berkedudukan di : Jl. Raya Jati Makmur No. 150, Bekasi
Selanjutnya disebut : PIHAK PERTAMA

2. Nama : AMRI JOHAN, B.SC
Jabatan : Direktur
Mewakili : PT. TANGGUAK TEKATAMA
Berkedudukan di : Jl. Persahabatan Timur No. 56, Cipinang, Jakarta Timur
Telp. 021-4722048

Berdasarkan Perjanjian No. 028. PJ / 041 / AP.PGD / 2008, TUL VI-01 tanggal 02 Juni 2008, kedua belah pihak telah melaksanakan penyelesaian pekerjaan sebagai berikut :

1. Menunjuk Laporan Pemeriksaan Pekerjaan (LPP) No. LPP No. / 041 / AP.PGD / 2008 tanggal 20 Oktober 2008 telah dilaksanakan pemeriksaan oleh petugas PT. PLN (Persero) Area Pelayanan Pondok Gede.
2. PT. TANGGUAK TEKATAMA telah melaksanakan Pemborongan Pekerjaan Pemutusan Sementara Penyaluran Tenaga Listrik dan Penyambungan Kembali sesuai Surat Perjanjian untuk bulan September 2008 di PT. PLN (Persero) Area Pelayanan Pondok Gede.
3. Pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan.

Pihak Kedua dapat mengajukan permohonan pembayaran sebesar Rp 2.111.300,- (setelah diperhitungkan dengan denda).

Demikan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga), untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.


Jakarta, 20 September 2008
PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA
PT. TANGGUAK TEKATAMA PT. PLN (Persero) AP. PONDOK GEDE





Amri Johan, B.Sc Hj. ELLY MURNI
DIREKTUR PH. Asman Komersial






LAPORAN PEMERIKSAAN PEKERJAAN
No.LPP / 041 / AP.PGD / 2008

Pada hari ini Senin, tanggal Dua Puluh Oktober tahun Dua Ribu Delapan, kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Hj. ELLY MURNI
Jabatan : PH. Asman Komersial
Melaporkan Pekerjaan : Pemutusan Sementara Penyaluran Tenaga Listrik dan Penyambungan Kembali
Tenaga Listrik pada PT. PLN (Persero) Area Pelayanan Pondok Gede.
Periode Pelaksanaan : September 2008

Yang dilaksanakan oleh : PT. TANGGUAK TEKATAMA
Berdasarkan PJN No. : 028. PJ / 041 / AP.PGD / 2008
Tanggal : 02 Juni 2008

Kemajuan fisik mencapai 60 % dari seluruh pekerjaan.

Keterangan lain :
1. PT. TANGGUAK TEKATAMA telah melaksanakan Pekerjaan Pemutusan Sementara Penyaluran Tenaga Listrik dan Penyambungan Kembali sesuai pada PT. PLN (Persero) Area Pelayanan Pondok Gede sesuai dengan Perjanjian No. 028. PJ / 041 / AP.PGD / 2008 tanggal 02 Juni 2008.

2. PT. TANGGUAK TEKATAMA berhak mengajukan tagihan pembayaran sebesar :
Jumlah tagihan (termasuk PPN) Rp 2.126.300,-
Potongan SLA (Pasal 13 ayat 1 tanggal 02 Juni 2008) Rp 15.000,- -
Diterima oleh PT. TANGGUAK TEKATAMA Rp 2.111.300,-


Demikan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga), untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.


Direksi Pengawas,





Hj. Elly Murni











LAPORAN PEMERIKSAAN PEKERJAAN SELESAI

Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Amri Johan, B.Sc
Jabatan : Direktur
PT. TANGGUAK TEKATAMA
Berkedudukan di : Jl. Persahabatan Timur No. 56, Cipinang, Jakarta Timur
Telp. 021-4722048
Status Pelaksana : Pemborong Pekerjaan Pemutusan Sementara Penyaluran Tenaga Listrik dan
Penyambungan Kembali pada PT. PLN (Persero) Area Pelayanan Pondok Gede.
Periode Pelaksaan : September 2008

Harga Borongan Pekerjaan untuk pelaksanaan pemutusan dan pelunasan :

Lunas Diputus = 379 Plg X Rp 5.000,- Rp 1.895.000,-
Lunas Tidak Diputus = 19 Plg X Rp 2.000,- Rp 38.000,- +
Jumlah Tagihan sebelum PPN Rp 1.933.000,-
PPN 10% Rp 193.300,- +
Jumlah Tagihan Sesudah PPN Rp 2.126.300,-
Terbilang : Dua Juta Seratus Dua Puluh Enam Ribu Tiga Ratus Rupiah

Berdasarkan Perjanjian No. 028. PJ / 041 / AP.PGD / 2008, TUL VI-01 tanggal 02 Juni 2008, kedua belah pihak telah melaksanakan penyelesaian pekerjaan seperti yang tersebut di atas.

Dengan ini menyatakan bahwa pelaksanaan pemborongan pekerjaan pemutusan sementara penyaluran tenaga listrik dan penyambungan kembali sebagaimana tersebut diatas telah selesai. Oleh karena itu kami mohon biaya pelaksanaan untuk pekerjaan tersebut dapat dibayarkan.

Demikan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga), untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.


Hormat kami,
PT. TANGGUAK TEKATAMA




Amri Johan, B. Sc
Direktur

Permohonan Pembayaran APL. Marunda

Jakarta, 15 November 2008
Nomor : 05/TT/PS/MRD/XI/2008
Lamp. : 1 Berkas
Hal : Permohonan Pembayaran

Kepada Yth.
PT. PLN (Persero) DISTRIBUSI
JAKARTA RAYA DAN TANGERANG
APL. MARUNDA
Jln. Bhayangkara No. 10-11A
Jakarta Utara

Dengan hormat,
Sesuai dengan kontrak perjanjian kerja :
Nomor SPK : 016.b..SPK/041/APL.MRD/2008
Tanggal : 01 September 2008
Pekerjaan : Pemborongan Jasa Pekerjaan Pemutusan Sementara Penyaluran Tenaga
Listrik dan Penyambungan Kembali
Lokasi : AP. MARUNDA
Periode : Oktober 2008

Dengan selesainya pekerjaan tersebut di atas, kami mengajukan pembayaran 100% dari nilai pekerjaan yaitu sebesar Rp 5.197.500,- (Lima juta seratus sembilan puluh tujuh ribu lima ratus rupiah)

Mohon pembayaran dilakukan secara tunai atau transfer ke rekening :
Atas nama : PT. TANGGUAK TEKATAMA
No. Rekening : 5000806228
Pada : BANK PEMBANGUNAN DAERAH DKI
KANTOR CABANG MATRAMAN JAKARTA TIMUR

Demikian permohonan pembayaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Hormat kami,




Amri Johan, B. Sc
Direktur

My Unforgettable Journey

The school is over, I met my friend Made. Made lived near my house, so I could went home together with him.We decided went home by train. Before went home, we bought some foods and ate it at the canteen. Next, Made and I went to Gondangdia Railway Station on foot. It was the first time I went home by train, usually I went home by bus. In my country, train is one of cheap tronsportation, but it has a lot of weaknesses, like : dirty, crowded, and not on time. So, I rarely use the train. Then, I bought two tickets to Jakarta Kota Railway Station for two thousand rupiah. We waited the train for twenty minutes. We walked around the station and talked about the school activities. The train came, Made and I entered the train. Only fifteen minutes we sat in the train, then we arrived at Jakarta Kota. After we arrived, we bought two tickets again to Bekasi, our next destination. The train would come for one hour later. We decided to visited Mangga Dua to kill the time. We bought some accessories for a low price. Made was a good bargaining. Then we went back to the station. We arrived at the station on time, but the train didn’t come. After waiting for ten minutes, the train came, and then we entered the train. We sat in the next of the door, so we could go down easily. From the window, I saw some peoples who was running to catch the train. I wondered that they just went home from working. Some of them stood in the train because there were not place to sit. The train then departed with low speed, and made this journey became so long. In the train, there are a lot of vendors who walked from the place to another place. they sold drink, snack, meals, fruits, stationery, toys, and many more. I bought a newspaper only for one thousand rupiah. Besides it, Made bought some pens and funny accessories for low price. I thought he would give it to his girlfriend. Among the vendors, there are some childs who became road-singers to get some money. I saw they did their job happily, to help their parents or to pay the school fee. Along the journey, I saw a lot of houses which was bulit around the railway. It was the suburb area in Jakarta. The train became crowded in Senen and Jatinegara. We decide to stand to give other people to sit. After thirty minutes, the train arrived at Kranji Railway Station. Made and I went down from the train. Then we went to our home. Made walked and I stop the bus. I arrived at home two hours after the school over, a long time journey. But from the journey, I learned how to thank God for the thing that I have now. Things that I have now are only God’s gifts. Besides it, I will study harder to reach my dream and help other people around me.

ARAHAN PEMUTARAN DAN DISKUSI SETELAH PEMUTARAN 9808 ANTOLOGI 10 TAHUN REFORMASI

I LATAR BELAKANG: “9808” DAN PROYEK PAYUNG
 “9808” adalah antologi 10 film pendek hasil arahan 10 sutradara (Anggun Priambodo, Ariani Darmawan, Edwin, Hafiz, Ifa Isfansyah, Lucky Kuswandi, Otty Widasari, Steve Pilar Setiabudi, Ucu Agustin, Wisnu Sp) dan disiapkan bersama oleh sejumlah pekerja film/seni/kreatif/musisi lainnya untuk menghormati perayaan tahun kesepuluh reformasi Indonesia. Proyek ini digagas oleh Prima Rusdi (penulis skenario/penulis), Edwin (sutradara), Hafiz (seniman visual).
 Untuk kemudahan administrasi kelompok ini menyebut diri mereka sebagai Proyek Payung (meski bukan merupakan organisasi yang resmi/terstruktur). Mereka yang tergabung di dalam ‘proyek’ ini bekerja secara swadaya.
 Tujuan dari pemutaran “9808” adalah membuka diskusi dengan publik terutama kalangan pelajar dan mahasiswa dalam koridor pemberdayaan publik karena medium film sebetulnya juga bisa digunakan untuk menyuarakan ‘narasi kecil’ atau pendapat serta signifikansi peran ‘orang biasa’ yang kerap diabaikan, meski acap kali justru dimanipulasi/diatas-namakan oleh kekuasaan. Selain itu, pemutaran dan diskusi setelah pemutaran “9808” diharapkan bisa menjadi sarana perlawanan terhadap kebiasaan untuk melupakan sejarah.
 Sejak diluncurkannya “9808” (Kineforum, Jakarta, 13 Mei 08) hingga saat ini, rangkaian diskusi paska pemutaran yang telah berlangsung di sejumlah tempat (hasil dari diskusi bisa dilihat di website http://9808films.wordpress.com) membuka dialog yang menarik mengenai beragam isu seperti diskriminasi, korupsi, pendidikan, bahkan kerap menjadi ajang berbagi pengalaman politik/sejarah. Intinya, dari rangkaian diskusi terlihat kebutuhan untuk kembali membicarakan hal-hal/isu-isu penting yang sering ‘dilupakan’ karena perspektif sejarah lebih sering disampaikan melalui versi kekuasaan.
 Mengacu pada pemikiran di atas, Proyek Payung menganggap pentingnya untuk melanjutkan kegiatan diskusi sejumlah 1 (satu) kali usai pemutaran “9808” di manapun ia diputar, dengan tujuan membuka dialog soal pentingnya ‘melawan lupa’.
II PANDUAN DISKUSI PASKA PEMUTARAN “9808”
 Siapa khalayak sasaran pemutaran/diskusi “9808”?
(1) Pelajar SMU
(2) Mahasiswa
(3) Umum
 Siapa yang diharapkan menjadi rekanan penyelenggara pemutaran/diskusi “9808”?
(1) Kalangan/individu yang memiliki keperdulian pada pentingnya pemberdayaan massa,
(2) Memahami dan memiliki akses untuk menjangkau target/sasaran utama pemutaran yang beragam bukan dari satu kelompok saja, atau bisa memberikan rasionalisasi mengenai pentingnya pemutaran/diskusi di luar target utama, dan memahami bahwa arahan diskusi yang ditargetkan untuk dicapai bukanlah DISKUSI FILM.
(3) PENTING!
• Menyanggupi untuk memberikan tulisan untuk dimuat di website minimal 1 minggu sebelum pemutaran berlangsung, dengan tema yang relevan dengan isu melawan lupa (bukan review film),
• Menyanggupi untuk membuat rekapitulasi/laporan hasil diskusi dan mengirimkannya via e-mail ke alamat ke minimal 1 minggu setelah acara berlangsung,
(4) Tidak memiliki kepentingan komersial dan menyanggupi untuk mengadakan kegiatan tersebut tanpa melibatkan sponsor/mencantumkan logo lembaga, pihak-pihak lain (apalagi) dengan tidak mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan Proyek Payung.
 Proyek Payung akan memprioritaskan tawaran dari kota di mana pemutaran/diskusi belum pernah diselenggarakan.
 Permintaan pemutaran berikut diskusi bisa diajukan melalui e-mail ke

Jambore tahun 2008

Tempalah selagi besi masih panas!
Kalimat bijak tersebut mestinya memberikan inspirasi
kepada pendidik. “Pengalaman yang sama”
tidak singgah kedua kalinya dalam hidup seseorang.
Akhirnya, betapa pendidikan-sosialisasi keutamaan hidup-
bisa hadir serta merta dan tidak boleh berlalu dengan sia-sia,
serta membiarkan kesempatan mendidik
terlewatkan begitu saja tanpa bekas.
Jambore ke 23 tahun ini
Memang merupakan hal yang pertama dan terakhir.
Akan tetapi, hal itu dapat mengasah hti seluruh kita,
mengalami keutamaan hidup
dan merasakan pentingnya hidup bersama
Competence, Conscience, Compassion

Jambore pertama dan terakhir

Ini adalah jambore pertama dan terakhir saya dalam belajar di SMA Kanisius. Pekan sosial tahun 2008 ini, saya memilih untuk mengikuti kegiatan jambore dari antara Live In Desa dan Live In Kota. Saya memilih mengikuti Jambore karena saya sudah pernah mengikuti Live In dan mencoba tantangan yang baru. Jambore tahun ini adalah Jambore yang ke dua puluh tiga. Jambore ini diadakan di kawasan Gunung Puntang, Bandung Selatan.
Dari awal sosialisasi Jambore, saya sudah sangat tertarik dan ingin sekali ikut serta di dalamnya. Setelah mendaftarkan diri, saya mengikuti beberapa pertemuan untuk mempersiapkan hal tersebut. Dalam kegiatan Jambore ini, saya tergabung ke dalam kelompok 17. Setelah bertemu dengan teman-teman sekelompok, kami saling berkenalan. Awalnya memang agak aneh, saya tidak mengenal mereka satu pun kecuali Made, teman saya. Kami kemudian membagi tugas untuk membawa barang-barang yang perlu dibawa, juga dengan makanan. Saya cukup beruntung karena tidak perlu membawa banyak barang, saya hanya membawa lampu badai dan terpal. Cukup banyak yang saya harus persiapkan, misalnya carrier dan perlengkapan pribadi lainnya. Namun, saya dapat memperolehnya pada hari Sabtu, 8 November 2008, dan mulai menyusun barang-barang bawaan saya.
Tiba saatnya hari yang ditentukan, tanggal 11 November 2008. Saya diantar oleh ayah sampai ke sekolah. Biasanya saya pergi sendiri, namun banyak yang saya bawa dan ribet, sehingga harus diantar sampai ke sekolah. Ketika saya datang, sudah ada beberapa orang yang menunggu di dalam sekolah. Saya sempat bercakap-cakap dan bersenda gurau dengan mereka. Setelah itu, saya dan anggota kelopok yang lainnya berkumpul dan mulai mengecek barang-barang yang diperlukan. Terasa sekali keakraban yang mulai terbentuk diantara kami dalam kegiatan tersebut. Kami kemudian diberikan sedikit pengarahan oleh panitia dan para guru. Setelah itu, kami mulai membawa barang-barang tersebut ke truk dan masuk ke dalam bus.
Sebentar di dalam bus, saya langsung tertidur lelap. Saya terbangun di daerah Cikampek, karena bus berhenti di tempat peristirahatan. Setelah itu, saya diberikan makan siang. Kami tiba di kawasan Gunung Puntang kira-kira jam 1 siang. Keadaan udara di tempat tersebut dingin, meskipun pada saat tengah hari. Kami kemudian menuju ke wilayah pekemahan dan mengikuti upacara pembukaan. Setelah upacara kami mulai membereskan barang-barang bawaan kami dan mulai mendirikan tenda. Beberapa diantara anggota kelompok kami mulai memasak makanan. Saat-saat mendirikan tenda dan memasak makanan semakin mengakrabkansaya denagn anggota kelompok, dan juga kepada orang lain. Kami makan dengan lahapnya, tiba-tiba hujan turun denagn derasnya. Kami segera memasukkan bahan makanan dan perlengkapan masak ke dalam tenda. Saya pun masuk ke dalam tenda bersama teman saya, Made dan Angga. Keadaan berubah drastis, udara terasa sangat dingin, dan angin berhembus dengan kencangnya.
Kami hanya tiduran di dalam tenda menunggu hujan reda sambil bercakap-cakap. Air hujan mulai masuk ke dalam tenda kami dan membuat panik. Tas dan barang-barang mulai basah. Saya meletakkan ponco atau jas hujan untuk melindunginya, dan itu berhasil. Setelah beberapa lama kemudian, hujan berhenti. Kami membereskan terpal yang ada di luar tenda bersama-sama. Setelah itu, kami menghadiri misa malam sebelum tidur. Kami tidur kurang lebih 3 jam, kemudian seluruh anggota kelompok kami dibangunkan untuk mengikuti jurit malam. Kami disuruh membawa 6 senter dan memakai sandal gunung. Memang tidak hujan lagi, namun keadaan sangat dingin dan angin berhembus dengan cukup kencang. Setelah melewati beberapa rintangan seperti mencari mata, kalung, tangan, dan merefleksikan arti sahabat, kami dapat menyelesaikan jalur jurit malam ini. Saya juga memperoleh pengetahuan mengenai sejarah dari Gunung Puntang ini. Namun ada kejadian yang aneh, dua kelompok sebelum kelompok kami, yaitu kelompok 15 dan kelompok 16 menghilang dan tersesat dari jalur jurit malam. Setelah tiba di lapangan utama kami disuruh untuk berkumpul masing-masing kelompok. Kemudian kami disuruh untuk kembali ke tenda dan tidur. Kelompok yang lain tidak memperoleh giliran untuk jurit malam, karena kejadian tersebut. Kurang lebih jam 1 malam, kelompok 15 dan kelompok 16 tersebut kembali ke basecamp.

Paginya, kelompok kami mulai bergegas untuk melakukan aktivitas. Mulai dari mencuci peralatan masak dan perlengkapan makan. Setelah itu kami mulai memasak lagi, dan makan. Kira-kira jam 9 pagi, acara hiking dimulai. Kelompok saya memperoleh jatah di akhir-akhir. Saya memutuskan untuk tidur dalam tenda untuk mengisi tenaga. Kira-kira jam 11, kelompok kami mulai mengikuti acara hiking. Setelah melewati pos 1, dengan rintangan memindahkan bola serta pos 2 yaitu menebak nama teman dari suaranya, kami terpaksa harus kembali ke basecamp. Ini disebabkan karena jalur hiking menjadi berbahaya akibat hujan yang terjadi sebelumnya. Kami tiba di basecamp kira-kira jam 1 siang. Setelah tiba, kami makan dan beristirahat sebentar untuk kemudian kembali mengikuti hiking dengan jalur yang berbeda. Kali ini, cuaca masih mendung dan hujan rintik-rintik menyertai perjalanan kami. Setelah beberapa lama berjalan, kami kemudian merasakan dinginnya air sungai di Gunung Puntang. Sungainya deras dan banyak batu-batuan besar, namun air sungai tersebut masih terjaga dan sangat bersih. Di perjalanan pulang menuju kemah, saya dan beberapa teman mencoba untuk mandi di sungai. Ini merupakan pengalaman pertama saya, dan saya sangat menikmatinya. Kira-kira jam 5 sore, saya kembali ke tenda dan mulai memasak untuk makan malam. Kami makan malam dengan lahap setelah beraktivitas seharian dan sangat menguras tenaga. Setelah itu, kami berlatih untuk mengisi acara pada api unggun malam harinya. Kelompok kami mendapatkan kesempatan untuk dance. Setelah berdiskusi, kami setuju untuk membawakan tari kecak.
Pada saat api unggun, keadaan sangat dingin. Banyak acara yang ditampilkan oleh kelompok lain dan sangat menghibur. Ketika saatnya saya pentas, saya dapat mengikutinya dengan baik. Setelah itu, kami menyaksikan drama mengenai sejarah Gunung Puntang yang dibawakan oleh beberapa anak yang terpilih sebelumnya. Setelah itu, acara api unggun pun berakhir, kami kembali ke tenda masing-masing untuk tidur.
Esok paginya, kami kembali melaksanakan aktivitas kami seperti hari-hari sebelumnya. Mencuci peralatan masak dan memasak makanan serta makan mejadi kegiatan kami selanjutnya. Hari ini sudah tidak ada kegiatan lagi, saya merapikan barang-barang bawaan dan tenda. Saya juga membersihkan lingkungan di sekitar tenda dan kawasan Gunung Puntang dalam kegiatan bersih gunung.
Saya dan anggota kelompok lainnya membawa barang-barang kami ke lapangan utama. Kami mengikuti upacara penutupan yang dilaksanakan untuk menutup Jamore ke 23 ini. Perasaan saya cukup sedih karena harus meninggalkan daerah Gunung Puntang yang sekaligus mengakhiri pengalaman saya, namun di sisi lain saya senang karena daat kembali bertemu orang tua dan melanjutkan kegiatan saya biasanya. Kami semua masuk ke dalam bus kira-kira jam 12 dan kembali ke Jakarta. Kami tiba di Kanisius jam setengah 5 sore. Di perjalanan, kami sempat mampir di Purwakarta untuk membeli oleh-oleh. Setelah menurunkan barang-barang bawaan saya, saya kemudian menunggu ayah saya di dalam sekolah, saya duduk di tribun lapangan sepakbola. Kemudian, ayah saya datang jam 6, dan saya pulang kembali ke rumah.
Jambore ini tak akan pernah saya lupakan, dan akan menjadi teladan bagi hidup saya menuju hari yang lebih baik.

Jumat, 24 Oktober 2008

Disayangkan Busway Ditawarkan ke Asing

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda menyayangkan langkah Pemprov DKI Jakarta yang berniat mencari investor asing untuk mengembangkan sistem operasional lima koridor baru busway.

Undang investor asing tidak akan menyelesaikan persoalan pengelolaan busway yang kian tidak karauan sejauh environment usaha yang diciptakan Pemrov DKI Jakarta tidak kondusif. Ketua Bidang Prasarana dan Angkutan DPP Organda Rudi Thehamihardja mengemukakan hal itu di Jakarta, Jumat (24/10).

Ia menanggapi langkap Pemprov yang Kamis kemarin menawarkan pengembangan sistem operasional lima koridor busway itu kepada para investor asing yang hadir dalam Forum Bisnis Jakarta (Jakarta Business Forum) bertema Invest Jakarta 2008. Forum tersebut antara lain dihadiri oleh investor dari Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, RRC, India, dan Australia.

Menurut Rudi, investor lokal bukannya tidak mampu memiliki kinerja seperti asing. Namun, lingkungan usaha, di mana masih ada pungli dan tidak ada transparansi, membuat pemilik modal lokal jadi tampak tidak tertarik untuk menanam modal atau tidak bisa menunjukkan kinerja yang maksimal .

"Jangan hanya mau kinerja seperti asing tapi enviroment usahanya masih Indonesia. Pungli marak, sesuai kesepakatan tender bus jalan 300 km per hari, tapi yang terjadi hanya 200 km," kata Rudi.

Lima koridor baru yang hendak ditawarkan ke asing itu adalah koridor XI (Pulogebang-Kampung Melayu), XII (Pluit-Tanjungpriok), XIII (Pondok Kelapa-Blok M), XIV (UI-Manggarai), dan XV (Ciledug-Blok M). Saat ini Pemprov DKI Jakarta telah mengoperasikan tujuh koridor busway, tiga koridor lainya, yaitu koridor VIII, IX dan X telah selesai pengerjaan infrastruknya, tetapi pengadaan bus masih dalam proses lelang. Berdasarkan rencana semula, tiga koridor terakhir itu seharusnya sudah beroperasi pada September.

Bus Transjakarta dari Lorena Segera Beroperasi

JAKARTA, JUMAT- Sebanyak 40 bus Transjakarta yang diadakan oleh PT Eka Sari Lorena segera dioperasikan. Bus-bus itu akan beroperasi di koridor V (Kampung Melayu-Ancol) dan VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, Jumat (24/10), mengatakan, Lorena tinggal menyelesaikan beberapa masalah administrasi sebelum dapat beroperasi.

Beroperasinya ke-40 bus Transjakarta akan meningkatkan pelayanan kepada pengguna angkutan massal itu. Pengoperasian Lorena masih meninggalkan masalah perbedaan tarif yang harus dibayar oleh BLU Transjakarta kepada konsorsium PT Jakarta Trans Metropolitan dan kepada PT Eka Sari Lorena.

Tarif yang harus dibayar kepada PT Jakarta Trans Metropolitan adalah Rp 12.885 per kilometer, sementara kepada PT Eka Sari Lorena Rp 9.700 per kilometer.

Operasi Massal Bibir Sumbing

Jumat, 24 Oktober 2008 | 14:51 WIB

JAKARTA,JUMAT-Sebanyak 27 pasien menderita penyakit bibir sumbing dan mikrotia mendapatkan pengobatan gratis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Jumat (24/10).

Pengobatan ini menjadi bagian kepedulian dalam bakti sosial yang dilakukan oleh dokter-dokter bagian bedah plastik kraniofasial RSCM bersama dokter-dokter dari Chang Gung Craniofacial Center, Taiwan. Bakti sosial ini juga mengobati penderita dengan mikrotia, yakni penderita dengan kelainan bawaan lahir berupa daun telinga yang kecil.

Operasi bibir sumbing serta operasi pembuatan daun telinga membutuhkan 33 prosedur untuk mendapatkan hasil yang optimal. "Tim dokter bekerja secara terpadu, melibatkan Speech pathologist, speech therapist dan Orthodontist," kata Dr Enrina Diah, dokter ahli bedah plastik Kraniofasial RSCM . "Sehingga anak-anak yang telah dioperasi benar-benar dapat beradaptasi dan memaksimalkan kemampuan bicaranya," tambahnya disela-sela jumpa pers di ruang Djamaludin, Jakarta, Jumat (24/10).

Dari pantauan Kompas.com, pasien yang dioperasi berumur 6 bulan - 30 tahun. Semuanya berasal dari keluarga kurang mampu yang datang dari Bogor, Jakarta dan ada yang berasal dari Makassar.

Beberapa pasien saat ditemui merasa bahagia bisa ikut pengobatan gratis ini seperti yang dikatakan Marhali (42). "Alhamdulillah banget anak saya si-Rifansyah bisa dioperasi gratis. Meskipun gratis, pelayanannya tetap bagus, kami tidak menyangka," katanya sambil kedua tangannya mengusap-usap dahi anaknya yang masih berumur tiga tahun.

Hal senada juga dikatakan oleh Atma (22), warga Bojong Gede, Bogor yang datang bersama suaminya. "Amin ya raobbal Allamin anak saya bisa sembuh. Sebetulnya ini operasi yang kedua, yang pertama bulan Desember kemarin operasi bibir yang diadakan oleh salah satu program televisi di Indonesia, sekarang anak saya dioperasi langitnya," katanya.

Selain mengadakan kegiatan amal, RSCM dalam waktu dekat akan segera membuka pusat layanan khusus kraniofasial. Layanan ini akan terintegrasi menjadi satu atap sehingga memudahkan penderita mendapatkan pelayanan prima dari Rumah Sakit yang menjadi rujukan nasional.

Jumat, 19 September 2008

Keluarga

Saya dan Sepupu saya

Pengaruh Pendidikan Lingkungan Hidup Terhadap Kehidupan Manusia

Berbicara tentang pendidikan lingkungan hidup, hal ini memang sudah biasa dilakukan oleh orangtua terhadap anaknya atau dilakukan oleh pihak sekolah khususnya guru terhadap para anak didiknya. Pendidikan ini dilakukan dengan pengenalan tentang lingkungan sekitar, lalu dilanjutkan dengan proses pemberian informasi yang berkaitan dengannya. Informasi ini antara lain: membuang sampah pada tempatnya, membiasakan untuk hidup bersih dan sehat, menyirami pohon atau bunga di sekitar rumah, dan hal-hal lainnya. Selain itu, pendidikan lingkungan hidup dapat dilakukan oleh lembaga-lembaga lain seperti LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) atau lembaga lainnya dengan memberikan seminar ataupun penyuluhan kepada masyarakat di suatu wilayah.
Pendidikan memanglah hal yang sangat penting, karena ini akan membuat seseorang atau kelompok mengetahui suatu informasi yang sebelumnya dia/mereka belum ketahui. Dengan informasi baru yang diterimanya, akan membuat sikap atau kebiasaan mereka berubah. Artinya, pendidikan memang sangat mendukung suatu tindakan atau perilaku dari seseorang, baik yang baik atau yang buruk, tergantung dari pendidikan apa yang diterimanya.
Pendidikan tentang lingkungan hidup pun akan memiliki tujuan yang sama juga. Pendidikan lingkungan hidup akan membuat si pendengar atau didikan akan lebih mengetahui tentang lingkungan hidup itu sendiri, bagaimana cara menjaganya agar tetap baik, lalu mempraktekkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Jika hal ini terus dilakukan, maka seseorang akan terbiasa untuk menjaga lingkungan sekitar. Kebiasaan-kebiasaan baik ini akan dilihat oleh orang lain di sekitarnya. Orang lain pun akan terpengaruh dan akan melakukan hal yang sama juga. Pernah saya dengar, bahwa sebuah desa kecil di pelosok Nusa Tenggara, para penduduk di wilayah tersebut sudah mampu untuk hidup bersih dan sehat, mengelola sampah dan limbah, bahkan mampu untuk mengembalikan desa mereka yang sebelumnya telah rusak menjadi kembali bersih dan asri. Padahal, pada awalnya lingkungan di sekitar desa ini sudah tercemar limbah dan sampah, para penduduknya tidak terbiasa untuk hidup bersih dan sehat. Namun, suatu lembaga yang berkecimpung dalam masalah lingkungan hidup dating dan memerikan penyuluhan yang ternyata dapat mengubah kebiasaan penduduk desa tersebut. Penduduk desa ini sudah mampu memilih mana yang baik atau yang salah kepada lingkungan di sekitarnya. Mereka juga sudah menanamkan hal tersebut kepada anak-anaknya melalui pengajaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Dapat kita simpulkan, bahwa pendidikan tentang lingkungan hidup sangat berpengaruh terhadap lingkungan hidup itu sendiri.
Lingkungan hidup yang bersih dan terjaga sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Masyarakat dapat menghirup udara yang bersih, tanah-tanah subur dan dapat dipergunakan untuk bercocok tanam, dan hewan-hewan dapat hidup di habitat aslinya. Masyarakat akan lebih makmur, sejahtera, dan bahagia jika tinggal di wilayah dengan lingkungan yang baik dan bersih. Kehidupan manusia akan menjadi lebih sehat dan mampu bekerja dengan baik setiap harinya. Kehidupan yang lebih baik akan menanti bagi setiap orang yang mau berusaha untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih. Lingkungan yang bersih, masyarakat yang sehat dan sejahtera merupakan sebagian dari pengaruh pendidikan lingkungan hidup. Jangan pikirkan apa yang dikatakan atau yang diperbuat oleh orang lain, lakukanlah sebaik mungkin yang anda ketahui, dan anda akan memperoleh hasilnya nanti.

Designer Babies

How can it happen?
1. Designer baby is found some scientists in USA to help some infertile couples to have a normal baby. For the first make, the scientists only designed normal baby. But, as the time goes on, the purpose becomes commercial, because now, the rich couples want to have perfect babies, such as good appearance, high intelligence, and healthy. With an expensive cost, they hope they will get what they want.
2. The process is very complicated. It started from the first step, the ovum is taken from the mother, and also the sperms from the father. Before the sperms used, the best condition and quality sperm is chosen by the scientists or doctors. After that, the sperm is implanted into the ovum, with very low voltage electroshock. The fertilized ovum put an incubator. The fertilized ovum will grow into zygote. After that, the scientists will test the zygote, and choose for the best, without any disease and good condition. The zygot will implant to the mother’s womb. In mother’s womb, the zygote will grow to become a baby.

What is a designer baby?
1. Advanced reproductive technologies that can make infertile couples can have their own baby.

2. Advanced reproductive technologies allow parents and doctors to screen embryos for genetic disorders and select healthy embryos.

What can designer baby give to us?
1. We can choose our baby’s sex
• The method is to sort out a sample of the father's sperm and only fertilize the egg with either 'male' sperm or 'female' sperm. So, the parents can have baby like what they want.

2. We can have healthy baby
• Genetic screening of embryos using the techniques of sperm selection and PGD are sophisticated ways to avoid a growing number of genetic diseases.
• Using PGD it will soon be possible to screen and select for many more diseases, like : Duchenne Muscular Dystrophy cystic fibrosis, Down syndrome, Tay-Sachs disease and Hemophilia A.

Designer baby in our world

1. In 2000, in the United States, the Nash family made medical history by having a baby boy who had been selected using PGD to be a perfect tissue match for his very ill older sister. His sister suffered from a rare genetic disease so tissue from her new-born brother's placenta was used to restore her to health.
2. The same thing was allowed to occur in 2001 in the UK and now many more parents are applying to the authorities for permission to do the same thing.
3. In the United States a deaf lesbian couple has intentionally had two deaf children by artificial insemination using sperm from a man who had a long family history of deafness. This couple deliberately chose to bring a child into the world with a disability.


The Effects of Designer Baby

There are two effects from designer babies.
1. The positive effects, like: designer babies can help the infertile couples to have babies, it can make a healthy baby, a smart baby, and like what we want to.
2. But, there are negative effects too, like: the bad cells will be discarded, it mean killing. We know that killing is a bad activity. Besides that, not all designer babies will not create a baby like we want. Some parents will be very disappointed and they will not take care of the babies. And designer babies will widen the GAP among the rich and the poor. Rich parents always want to have perfect babies, for the better future, but the poor can’t have the perfect babies. The government will only pay attention to the growth of the babies from the rich people, and they will abandon the babies from the poor people.

Polusi Udara

Polusi udara adalah masalah klasik yang timbul dari pertumbuhan jumlah penduduk dan industri yang berkembang pesat hampir di seluruh dunia. Industrialisasi telah membuat pabrik-pabrik menggunakan bahan bakar sebagai penggerak industri, dan membuangnya tanpa ada usaha untuk menguarngi racun atau menetralisasikannya, sehinnga asap buangan itu tidak berbahaya.
Tapi tahukah anda bahwa Indonesia dikenal sebagai negara penghasil polusi udara. Keadaan ini diperparah dengan penggundulan hutan yang membabi buta. Oleh sebab itu, Indonesia dikenal juga sebagai negara pengrusak hutan teratas di dunia. Padahal pohon-pohon yang ada di hutan adalah salah satu cara untuk mengurangi polusi, kita tahu bahwa pohon dapat menyerap karbon dioksida yang merupakan racun berbahaya kemudian mengubahnya menjadi oksigen yang berguna bagi manusia.
Mengapa polusi udara itu sangat berbahaya adalah pertanyaan masyarakat awam. Polusi udara dapat menimbulkan banyak penyakit mulai dari laergi, mata perih atau sakit mata, gangguan pernapasan, dan lainnya. Polusi udara juga akan mempengaruhi proses transportasi, peternakan hewan-hewan, dan banyak lagi. Banyaknya orang yang tidak mengetahui bahaya atau dampak buruk inilah yang menandakan bahwa pemerintah belum mampu memberikan penyuluhan atau pengajaran kepada masyarakat. Hanya sedikit orang yang mengetahui dampak buruk dari polusi ini, yang biasanya berasal dari kalangan menengah ke atas.
Jadi, memang benar sebuah pernyataan bahwa polusi udara adalah masalah yang wajib untuk diatasi. Asap kendaraan bermotor, pabrik-pabrik, industri rumahan telah mencemari lingkungan. Sudah banyak lembaga-lembaga pemerhati lingkungan yang menyerukan upaya untuk mengurangi polusi udara dan menanam pohon sebagai penangkalnya. Negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan lainnya juga setuju untuk mengurangi polusi udara melalui perjanjian-perjanjian yang telah disepakati. Badan dunia seperti PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) juga telah bergerak untuk menyelesaikan masalah ini.
Bagaimana dengan negeri kita? Pemerintah Indonesia sudah berupaya mengatasi masalah ini. Sudah banyak program-program yang diupayakan oleh pemerintah dalam mengurangi polusi udara. Memang pemerintah terlihat kurang tegas dan sigap dalam menghadapi kenyataan ini. Pemerintah terkesan lambat dalam membuat peraturan ataupun undang-undang yang dapat mencegah penggundulan hutan. Pemerintah juga belum mampu memberikan pengetahuan atau penyuluhan yang memadai kapada selurh lapisan masyarakat. Tapi bukan berarti ini seluruhnya merupakan salah pemerintah, kita sebagai warga negara juga wajib berpartisipasi. Sebab tanpa partisipasi masyarakat masalah ini juga sulit diatasi. Sebagai warga yang baik marilah kita bersama-sama mengurangi polusi udara. Kita dapat menanam pohon-pohon di halaman rumah kita, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dengan menggunakan kendaraan seperlunya, dan masih banyak yang lain. Sudah selayaknya kita bersatu dalam mengurangi polusi udara, karena ini juga akan berguna bagi kita dan generasi yang akan datang.

Subject: 11 weird (about September 11th, 2001)

Message:
  1. New York City has 11 letters.
  2. Afghanistan has 11 letters.
  3. Ramsin Yuseb (The terrorist who threatened to destroy the Twin Towers in 1993) has 11 letters.
  4. George W Bush has 11 letters.

This could be a mere coincidence, but this gets
more interesting:
  1. New York is the 11th state.
  2. The first plane crashing against the TwinTowers was flight number 11.
  3. Flight 11 was carrying 92 passengers. 9 + 2 =11
  4. Flight 77 which also hit Twin Towers, was carrying 65 passengers. 6+5 = 11
  5. The tragedy was on September 11, or 9/11 as it is now known. 9 + 1+ 1 = 11
  6. The date is equal to the US emergency services telephone number 911. 9 + 1 + 1 = 11.

Sheer coincidence..?! Read on and make up your
own mind:
  1. The total number of victims inside all the hi-jacked planes was 254. 2 + 5 + 4 = 11.
  2. September 11 is day number 254 of the calendar year. Again 2 + 5 + 4= 11.
  3. The Madrid bombing took place on 3/11/2004.  3+ 1 + 1 + 2 + 4 = 11.
  4. The tragedy of Madrid happened 911 days after the Twin Towers incident.

Now this is where things get totally eerie:
The most recognized symbol for the US, after the Stars & Stripes, is the Eagle. The following verse is taken from the Quran, the Islamic holy book:
"For it is written that a son of Arabia would awaken a fearsome Eagle. The wrath of the Eagle would be felt throughout the lands of Allah and lo, while some of the people trembled in despair still more rejoiced: for the wrath of the Eagle cleansed the lands of Allah and there was peace."
That verse is number 9.11 of the Quran.

Still not convinced about all of this..?! Try this and
see how you feel
afterwards, it made my hair stand on end:
  1. Open Microsoft Word and do the following:
  2. Type in capitals Q33 NY. This is the flight
  3. number of the first
  4. plane to hit one of the Twin Towers.
  5. Highlight the Q33 NY.
  6. Change the font size to 48.
  7. Change the actual font to the WINGDINGS
What do you think now?!!

Jumat, 12 September 2008

Bulan Ramadhan, Jalanan Jakarta Sepi

Seminggu sudah ramadhan berlangsung di seluruh lapisan masyarakat Indonesia, yang mayoritas beragama islam. Ramadhan adalah sebuah bulan yang merupakan sebuah persiapan iman atau batin menuju sebuah hari, yaitu hari Idul Fitri atau hari kemenangan. Selama bulan ini, seluruh umat islam menahan diri dari segala nafsu melalui berpuasa fisik (tidak makan atau minum) dan berbuat tindakan-tindakan yang dianjurkan oleh agama.

Ramadhan memang berpengaruh sangat besar, salah satunya adalah kebiasaan masyarakat. Dapat kita lihat, bahwa jalanan di kota-kota besar, seperti Jakarta menjadi lebih sepi. Hal ini terjadi karena para pekerja atau pegawai diberikan sedikit kebebasan dalam bekerja oleh instansi atau sejumlah perusahaan. Mereka berangkat kerja menjadi “lebih siang” dan pulang kerja “lebih pagi”. Selain berpengaruh kepada jam kerja yang berkurang, dan produktivitas kerja yang menurun, bulan ramadhan juga membuat jalanan menjadi sepi.

Jalanan memang menjadi sepi, karena berkurangnya pengguna angkutan ataupun kendaraan pribadi yang disebabkan bergesernya jam berangkat dan pulang kantor. Namun di sisi lain, sepi yang saya maksud adalah sepi dari kata-kata kasar yang biasa diucapkan. Seringkali saya mendengar kata-kata kasar yang keluar dari mulut pengguna jalan yang tidak puas akan keadaan jalanan, salah satunya masalah klasik di kota Jakarta, yaitu kemacetan. Para pengguna jalan sering mengucapkan kata-kata kasar sebagai pelampiasan mereka terhadap kemacetan, maupun penyebab kemacetan itu sendiri, misalnya kendaraan lain yang mogok, atau matinya lampu lalu lintas. Para pengemudi berkata kasar kepada supir bus yang memotong jalurnya, pengendara motor yang berkata kasar terhadap pengendara lainnya yang menghalangi jalan mereka, dan masih banyak yang lain.

Bulan Ramadhan ini membuat jalanan menjadi sepi dari kata-kata kasar, saya melihat dan merasakannya sendiri. Jumlah ucapan kasar di jalanan berkurang drastis saat ramadhan dibandingkan waktu-waktu lain diluar ramadhan. Kebiasaan buruk ini berhasil dikurangi dengan adanya norma agama yang melarang orang untuk mengucapkan kata kasar, khususnya di dalam bulan ramadhan.

Tapi hal ini patut kita sayangkan, pada waktu-waktu lain, semisal setelah ramadhan, kebiasaan buruk berkata kasar akan kembali menggema di jalanan. Kata-kata kasar ini akan kembali akrab bagi para pengguna jalan. Mungkin ini adalah salah satu contoh rendahnya moral bangsa ini, karena masyarakatnya tidak mampu mengontrol diri mereka. Namun, apakah kita hanya menyalahkan masyarakat saja tanpa berpikir bahwa pemerintah belum memberikan suatu pelayanan yang maksimal bagi pengguna jalan. Memang masalah di bangsa ini sangat kompleks, mulai dari korupsi, kesenjangan sosial, ketidakadilan, harga barang-barang yang meroket, hingga ketidakmampuan pemerintah memberikan sebuah pelayanan yang memadai.

Semoga suatu saat nanti, bangsa ini dapat menjadi bangsa yang mampu mengontrol diri, emosi, dan mampu menghargai orang lain, tanpa memandang dia adalah supir angkutan, pengendara motor, atau pemilik mobil mewah. Semuanya saling menghormati di dalam segala aspek kehidupan, termasuk saat di jalan.

Sabtu, 06 September 2008

Cinta Indonesia

Punyakah kita rasa cinta pada tanah air ini? Dalam bentuk apa kecintaan itu kita tunjukkan? Pertanyaan-pernyataan yang bersifat reflektif ini rasanya tepat untuk kita ajukan di saat 17 Agustus memperingati HUT ke-63 RI, atau ketika bangsa ini memperingati hari kemerdekaan. Sebab, tidak tertutup kemungkinan kita yang lahir dan hidup di negeri ini tidak memiliki rasa cinta, tidak punya rasa memiliki, dan tidak pernah berbuat apa-apa untuk republik ini.
Dalam agama, cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Ini menunjukkan betapa kecintaan kepada tanah air merupakan sesuatu yang sangat penting. Dan, seharusnya semua penduduk di negeri ini memiliki rasa tersebut. Namun, fakta yang kita saksikan bicara lain. Sesuatu yang penting ini ternyata tidak dianggap penting. Tanah air ini menjadi rumah yang tak bertuan. Para penghuninya berebut untuk menjarah dan memorak-porandakannya. Jika hari ini kita melihat daerah terpencil, kesengsaraan dan kesejahteraan selalu dikaitkan dengan pemerintah pusat. Banding-membanding pun kita lakukan. Padahal tanah air ini tidak memandang daerah dan pusat. Tapi itulah yang jadi kenyataan. Makanya, memandang tanah air harus ada kesetaraan dan keadilan.
Kenyataan pada sisi lain, pemimpin yang seharusnya menebar kebaikan malah mengumbar keburukan. Agamawan yang seharusnya menyampaikan kebenaran malah menyembunyikan kebenaran. Ilmuwan yang seharusnya menebar pencerahan malah menyuguhkan kegelapan. Aparat keamanan yang seharusnya menebar ketenteraman malah menebar ketakutan. Hakim yang seharusnya menebar keadilan malah menyuburkan ketidakadilan. Pengusaha yang seharusnya menebar kemakmuran malah melahirkan malapetaka. Penggambaran seperti itu mungkin terlalu ekstrem. Namun, rasanya kita tidak perlu mengingkarinya. Banyak di antara kita baik secara sadar maupun tidak telah melakukannya.
Bila ukuran kecintaan itu hanya dengan memeriahkan HUT kemerdekaan, mungkin di antara kita telah melakukan. Bukankah setiap 17 Agustus kita berlomba-lomba menggelar kegiatan dan membenahi lingkungan kita? Mewujudkan rasa cinta seperti itu tentu tidak dilarang. Tapi, itu nilainya sangat rendah. Sangat jauh dari arti cinta tanah air yang sesungguhnya. Tanah air ini hakikatnya rumah kita bersama. Maka, seharusnyalah kita menjaga, memelihara, dan menjadikan sebagai tempat yang nyaman untuk hidup bersama. Rumah ini harus menjadi surga kita bersama. Bukan mejadi surga untuk sebagian dan jadi neraka untuk sebagian yang lain.
Kehancuran dan kesengsaraan yang kita hadapi sering merupakan buah dari apa yang kita lakukan sendiri. Hujan yang seharusnya menjadi berkah malah menjadi bencana. Ini terjadi karena sebagian di antara kita begitu liar membabati hujan. Dengan kesuburan tanah dan kekayaan alam yang dimiliki negeri ini, bangsa ini seharusnya hidup dalam kecukupan materi. Namun, fakta menunjukkan sebaliknya. Bangsa ini menjadi bangsa yang miskin dan menjadi peminta-minta. Kekayaan alam dieksploitasi dengan tidak ada rasa tanggung jawab. Jutaan hektare hutan kita yang memberikan kesejukan, ternyata membawa petaka yang tidak pernah habis, sengsara ketika hujan dan ketika kemarau. Sungguh ironis! Ini hanya gambaran kecil, imbas dari wujud ketidakcintaan kita kepada tanah air ini. Akankah kita terus melakukannya?

Minggu, 31 Agustus 2008

Suku Batak

SUKU BATAK

Suku Batak
Menurut kamus umum bahasa Indonesia Batak mempunya 2 arti, yang pertama adalah orang-orang dari sub-etnis yang tinggal di provinsi Sumatra utara dan arti yang kedua adalah (sastra) petualang, pengembara, sedang membatak berarti berpetualang, pergi mengembara, menyamun, merampok dan arti dari pembatak adalah perampok/penyamun. Walaupun demikian arti kata Batak bernada negatif, tetapi orang Batak dikenali dengan sikap dan tindakannya yang khas, yaitu terbuka, keras dan apa-adanya.
Batak adalah salah satu etnis diantara sekitar 200 etnis yang ada di Indonesia. Orang Batak dibedakan dari etnis lainnya lebih karena kebudayaan yang didukung olehnya. Secara fisik orang Batak tidak berbeda dengan etnis lainnya di Indonesia mereka termasuk Ras Mongoloid dan lebih dekat ke sub-etnik melayu atau bangsa-bangsa yang menempati daerah di sekitar kepulauan Nusantara, Asia tenggara dan kepulauan di selatan Pasifik.
Budaya Batak adalah cara hidup bermasyarakat yang dikembangkan oleh pendukung budaya Batak, dimana disini diatur pola dan bentuk hubungan diantara sesama anggota masyarakat Batak. Pada filosofinya setiap orang Batak adalah bersaudara meraka berasal dari satu nenek moyang yang sama yaitu Si Raja Batak yang tinggal disuatu desa di tepian Danau Toba yang bernama Desa sianjur mula-Mula.

Agama dan Kepercayaan
Agama lama Batak disebut Debata Mulajadi Na Bolon yang artinya Tuhan yang pertama ada dan yang berkuasa.
Mirip dengan dua agama besar dunia Islam dan Kristen, agama Batak hanya mengenal satu Yang Maha Kuasa, walau kadang disisi lain ada juga yang animisme dan dinamisme seperti adanya kegiatan membuat persembahan kepada penghuni-penghuni suatu tempat.
Diperkirakan agama Hindu lama cukup mempengaruhi perkembangan budaya Batak, seperti dapat dilihat dari kosa kata yang diserap dari bahasa Hindi dalam banyak kosa kata bahasa Batak, dan terdapatnya candi-candi Hindu di Padang Bolak.
Dijaman Modern ini orang Batak biasanya menganut 2 agama besar yaitu Kristen dan Islam dimana perbandingan jumlah penganutnya dapat dikatakan hampir sama besar. Perkembangan pesat dua agama baru ini dimulai sekitar 200-300 tahun yang lalu. Kedua agama baru ini dapat dengan mudah diterima sebab masih dapat menunjang aspirasi yang ada di adat Batak. Sekarang agama Batak lama sudah mulai ditinggalkan dengan makin kuatnya pengaruh keIslaman dan Kekeristenan.
Batak Toba telah menganut agama Kristen Protestan yang disiarkan oleh para Missionaris dari Jerman yang bernama Nomensen pada tahun 1863. Gereja yang pertama berdiri adalah HKBP (Huria Kristen Batak Protestan)di huta Dame Balige. Sekarang ini gereja HKBP ada dimanaman di seluruh Indonesia yang jemaatnya mayoritas suku batak toba. Sebelum suku batak Toba menganut agama kristen protestan, mereka mempunyai sistem Kepercayaan dan religi tentang Debata Mulajadi Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaanNya terwujud dalam Debata Na.
Menyangkut Jiwa dan roh, Suku batak Toba mengenal tiga konsep, yaitu:
1. Tondi
2. Sahala
3. Begu
Tondi adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena itu tondi memberi nyawa kepada manusia. Tondi di dapat sejak seseorang di dalam kandungan.Bila tondi meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan sakit atau meninggal, maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon yang menawannya. Sahala adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Semua orang memiliki tondi, tetapi tidak semua orang memiliki sahala. Sahala sama dengan sumanta, tuah atau kesaktian yang dimiliki para raja atau hula-hula. Begu adalah tondi orang telah meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku manusia, hanya muncul pada waktu malam. Beberapa begu yang ditakuti oleh orang batak, yaitu:
1. Sombaon, yaitu begu yang bertempat tinggal di pegunungan atau di hutan rimba yang gelap dan mengerikan.
2. Solobean, yaitu begu yang dianggap penguasa pada tempat tempat tertentu
3. Silan, yaitu begu dari nenek moyang pendiri huta/kampung dari suatu marga
4. Begu Ganjang, yaitu begu yang sangat ditakuti, karena dapat membinasakan orang lain menurut perintah pemeliharanya.
Demikianlah religi dan kepercayaan suku batak yang terdapat dalam pustaha, yang walaupun sudah menganut agama kristen, dan berpendidikan tinggi orang batak belum mau meninggalkan religi dan kepercayaan yang sudah tertanam di dalam hati sanubari mereka.

Marga dan Silsilah
Setiap orang dari suku Batak mempunyai silsilah dan nama Marga / Family yang menunjukkan garis keturunannya terhadap Siraja Batak dan anggota masyarakat Batak lainnya. Budaya Batak juga mengatur hubungan seseorang dengan orang lain, bagaimana cara memanggil dan menghormatinya. Dasar yang utama hubungan seseorang dengan lainnya adalah Dalihan Na Tolu atau Tungku Yang Tiga, yaitu pola kekerabatan dengan teman semarga, kakak beradik seibu, dan keluarga dari fihak istri.
Menurut kepercayaan masyarakat Batak Toba, Induk Marga Batak dimulai dari Si Raja Batak yang diyakini sebagai asal mula orang Batak. Si Raja Batak mempunyai 2 (dua) orang putra yakni Guru Tatean Bulan dan Si Raja Isumbaon. Guru Tatean Bulan sendiri mempunyai 4 (empat) orang putra yakni Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Malau Raja. Sementara Si Raja Isumbaon mempunyai 3 (tiga) orang putra yakni Tuan Sorimangaraja, Si Raja Asiasi dan Sangkar Somalidang.
Sedangkan suku batak lainnya mempunyai pendapat yang berbeda-beda tentang asal muasal suku batak. Masyarakat Batak yang tinggal di kawasan sebelah Selatan dari Provinsi Sumatra Utara, Mandailing dan Angkola, kurang sepaham dengan ragam pendapat tentang budaya Batak yang biasanya dianut dan diyakini (bersumber) dari masyarakat Batak yang tinggal di kawasan Utara dan Tengah dari Provinsi Sumatra Utara.
Masyarakat Batak (Mandailing dan Angkola), dominan menganut agama Islam, sehingga menolak mengakui asal-usul Batak dari Si Raja Batak. Pengakuan tentang Si Raja Batak tidak memiliki indikator atau bukti-bukti yang sah. Karena, keberadaan kerajaan sebagai wilayah pemerintahan tidak jelas hingga sekarang. Di Sumatra Utara, peninggalan-peninggalan sejarah kerajaan justru sangat kuat diwariskan oleh pengaruh Melayu (Islam)
Logikanya, bagaimana Si Raja Batak dapat menjadi asal mula orang Batak? Pertanyaan ini masih perlu dijawab para antropolog. Dari keturunan (pinompar) mereka inilah kemudian bermunculan berbagai macam marga yang saking banyaknya sampai sekarang belum bisa dipastikan jumlahnya.
Tidak ada pengklasifikasian tertentu atas jenis-jenis marga ini namun biasanya sering disangkutpautkan dengan rumpunnya sebagaimana Bahasa Batak. Misalnya Nasution adalah marga Batak Mandailing, Hutasuhut adalah marga Batak Angkola, Silaban adalah marga Batak Toba, Purba adalah marga Batak Simalungun, Ginting adalah marga Batak Karo, dan seterusnya.
Setiap orang dari suku Batak memelihara dan mengingat silsilahnya terhadap leluhur marganya dan hubungannya dengan saudara-saudara marganya, begitu pula ia mengingat asal-muasal marga orangtua perempuannya.
Untuk memudahkan mencari hubungan dengan teman semarganya, maka orang Batak menomori generasinya terhadap leluhur pertama marganya, misalnya saja Panjaitan nomor 16, adalah generasi ke 16 dari Panjaitan yang pertama. Dan saudara-saudara dari Panjaitan adalah Silitonga, Siagian dan Sianipar.
Orang Batak mempunyai nama marga/keluarga yang biasanya dicantumkan di-akhir namanya. Nama marga ini diperoleh dari garis keturunan ayah (patrilinear) yang selanjutnya akan diteruskan kepada keturunannya secara terus menerus.

Tulisan dan Aksara
Suku Batak juga mempunyai aksara sendiri yang disebut Aksara Batak, biasa dituliskan di pada manuskrip kulit kayu atau pahatan batu, termasuk salah satu peninggalan manuskrip yang terpenting di dunia, banyak disimpan di musium-musium ternama di Jerman dan Belanda. Biasanya ditulis oleh seorang Datu (Ahli Obat atau penyembuh) mencatat tentang cara pengobatan dan obat-obatannya, sejarah, ilmu magic dan devinisi lainnya.
Diperkirakan tulisan ini berasal dari sekitar daratan India selatan atau Tamil sekarang.

Rumah Adat
Rumah adat Siwaluh Jabu, rumah adat Batak Karo. Rumah ini bertiang tinggi dan satu rumah biasanya dihuni atas satu keluarga besar yang terdiri dari 4 sampai 8 keluarga Batak. Di dalam rumah tak ada sekatan satu ruangan lepas. Namun pembagian ruangan tetap ada, yakni di batasi oleh garis-garis adat istiadat yang kuat, meski garis itu tak terlihat.
Umumnya di setiap rumah adat ini terdapat empat buah dapur yang masing-masing digunakan oleh dua keluarga, yaitu oleh jabu-jabu yang bersebelahan. Tiap dapur terdiri dari lima buah batu yang diletakkan sebagai tungku berbentuk dua segi tiga bertolak belakang. Segi tiga tersebut melambangkan rukuh sitelu atau singkep sitelu yaitu tali pengikat antara tiga kelompok keluarga. Kalimbuhu, senina dan anak beru atau Sebayak.
Dinding rumah dibuat miring, berpintu dan jendela yang terletak di atas balok keliling. Atap rumah berbentuk segitiga dan bertingkat tiga, juga melembangkan rukut-sitelu. Pada setiap puncak dan segitiga-segitiga terdapat kepala kerbau yang melambangkan kesejahteraan bagi keluarga yang mendiaminya. Pinggiran atap sekeliling rumah di semua arah sama, menggambarkan bahwa penghuni rumah mempunyai perasaan senasib sepenanggungan. Bagian atap yang berbentuk segitiga terbuat dari anyaman bambu disebut lambe-lambe. Biasanya pada lambe-lambe dilukiskan lambang pembuat dari sifat pemilik rumah tersebut, dengan warna tradisional merah, putih dan hitam. Hiasan lainnya adalah pada kusen pintu masuk. Biasanya dihiasi dengan ukiran telur dan panah. Tali-tali penginkat dinding yang miring disebut tali ret-ret, terbuat dari ijuk atau rotan. Tali pengikat ini membentuk pola seperti cicak yang mempunyai 2 kepala saling bertolak belakang, maksudnya ialah cicak dikiaskan sebagai penjaga rumah, dan 2 kepala saling bertolak belakang melambangkan semua penghuni rumah mempunyai peranan yang sama dan saling menghormati.
Rumah adat Siwaluh jabu yang selalu bertangga dengan jumlah anak tangga ganjil, dihuni oleh keluarga di mana anak-anak tidur dengan orang tuanya sampai berumur 14 tahun. Bagi anak laki-laki dewasa atau bujangan tidur di tempat lain yang disebut Jambur, begitu pula tamu laki-laki. Jambur sebenarnya lumbung padi yang dipergunakan untuk tidur, bermusyawarah dan istirahat para perempuan dan laki-laki.
Rumah adat Batak Toba yang disebut Rumah Bolon, berbentuk empat persegi panjang dan kadang-kadang dihuni oleh 5 sampai 6 keluarga batih. Untuk memasuki rumah harus menaiki tangga yang terletak di tengah-tengah rumah, dengan jumlah anak tangga yang ganjil. Bila orang hendak masuk rumah Batak Toba harus menundukkan kepala agar tidak terbentur pada balok yang melintang, hal ini diartikan tamu harus menghormati si pemilik rumah. Lantai rumah kadang-kadang sampai 1,75 meter di atas tanah, dan bagian bawah dipergunakan untuk kandang babi, ayam, dan sebagainya. Dahulu pintu masuk mempunyai 2 macam daun pintu, yaitu daun pintu yang horizontal dan vertikal, tapi sekarang daun pintu yang horizontal tak dipakai lagi.
Ruangan dalam rumah adat merupakan ruangan terbuka tanpa kamar-kamar, walaupun berdiam disitu lebih dari satu keluarga, tapi bukan berarti tidak ada pembagian ruangan, karena dalam rumah adat ini pembagian ruangan dibatasi oleh adat mereka yang kuat. Ruangan di belakang sudut sebelah kanan disebut jabu bong, yang ditempati oleh kepala rumah atau por jabu bong, dengan isteri dan anak-anak yang masih kecil. Ruangan ini dahulu dianggap paling keramat. Di sudut kiri berhadapan dengan Jabu bong disebut Jabu Soding diperuntukkan bagi anak perempuan yang telah menikah tapi belum mempunyai rumah sendiri. Di sudut kiri depan disebut Jabu Suhat, untuk anak laki-laki tertua yang sudah kawin dan di seberangnya disebut Tampar Piring diperuntukkan bagi tamu.
Bila keluarga besar maka diadakan tempat di antara 2 ruang atau jabu yang berdempetan, sehingga ruangan bertambah 2 lagi dan ruangan ini disebut Jabu Tonga-ronga ni jabu rona. Tiap keluarga mempunyai dapur sendiri yang terletak di belakang rumah, berupa bangunan tambahan. Di antara 2 deretan ruangan yakni di tengah-tengah rumah merupakan daerah netral yang disebut telaga dan berfungsi sebagai tempat bermusyawarah. Bangunan lain yang mirip dengan rumah adalah sapo yakni seperti rumah yang berasal dari lumbung tempat menyimpan, kemudian didiami. Perbedaannya dengan rumah adalah : Dopo berlantai dua, hanya mempunyai satu baris tiang-tiang depan dan ruangan bawah terbuka tanpa dinding berfungsi untuk musyawarah, menerima orang asing dan tempat bermain musik. Pada bagian depan rumah adat terdapat hiasan-hiasan dengan motif garis geografis dan spiral serta hiasan berupa susu wanita yang disebut adep-adep. Hiasan ini melambangkan sumber kesuburan kehidupan dan lambang kesatuan.
Rumah yang paling banyak hiasan-hiasannya disebut Gorga. Hiasan lainnya bermotif pakis disebut nipahu, dan rotan berduri disebut mardusi yang terletak di dinding atas pintu masuk.
Pada sudut-sudut rumah terdapat hiasan Gajah dompak, bermotif muka binatang, mempunyai maksud sebagai penolak bala. Begitu pula hiasan bermotif binatang cicak, kepala singa yang dimaksudkan untuk menolak bahaya seperti guna-guna dari luar. Hiasan ini ada yang berupa ukiran kemudian diberi warna, ada pula yang berupa gambaran saja. Warna yang digunakan selalu hitam, putih dan merah.
Semua rumah adat tersebut di atas bahannya dari kayu baik untuk tiang, lantai serta kerangka rumah berikut pintu dan jendela, sedangkan atap rumah terbuat dari seng. Di anjungan Sumatera Utara, rumah-rumah adat yang ditampilkan mengalami sedikit perbedaan dengan rumah adat yang asli di daerahnya. Hal ini disesuaikan dengan kegunaan dari kepraktisan belaka, misalnya tiang-tiang rumah yang seharusnya dari kayu, banyak diganti dengan tiang beton. kemudian fungsi ruangan di samping untuk keperluan ruang kantor yang penting adalah untuk ruang pameran benda-benda kebudayaan serta peragaan adat istiadat dari delapan puak suku di Sumatera Utara. Benda-benda tersebut meliputi alat-alat musik tradisional, alat-alat dapur, alat-alat perang, alat-alat pertanian, alat-alat yang berhubungan dengan mistik, beberapa contoh dapur yang semuanya bersifat tradisional. Sedangkan peragaan adat istiadat dan sejarah dilukiskan dalam bentuk diorama, beberapa pakaian pengantin dan pakaian adat dan sebagainya.

Budaya
Kekerabatan dalam hubungan antar individu dalam masyarakat Batak sangat kuat dan kental, ditandai dengan kegiatan-kegiatan yang sering di lakukan secara bersama dalam lingkungan keagamaan dan peradatan. Salah satunya adalah menari atau manortor adalah salah satu kegiatan penting dalam kegiatan upacara dalam adat Batak.