Jumat, 19 September 2008

Keluarga

Saya dan Sepupu saya

Pengaruh Pendidikan Lingkungan Hidup Terhadap Kehidupan Manusia

Berbicara tentang pendidikan lingkungan hidup, hal ini memang sudah biasa dilakukan oleh orangtua terhadap anaknya atau dilakukan oleh pihak sekolah khususnya guru terhadap para anak didiknya. Pendidikan ini dilakukan dengan pengenalan tentang lingkungan sekitar, lalu dilanjutkan dengan proses pemberian informasi yang berkaitan dengannya. Informasi ini antara lain: membuang sampah pada tempatnya, membiasakan untuk hidup bersih dan sehat, menyirami pohon atau bunga di sekitar rumah, dan hal-hal lainnya. Selain itu, pendidikan lingkungan hidup dapat dilakukan oleh lembaga-lembaga lain seperti LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) atau lembaga lainnya dengan memberikan seminar ataupun penyuluhan kepada masyarakat di suatu wilayah.
Pendidikan memanglah hal yang sangat penting, karena ini akan membuat seseorang atau kelompok mengetahui suatu informasi yang sebelumnya dia/mereka belum ketahui. Dengan informasi baru yang diterimanya, akan membuat sikap atau kebiasaan mereka berubah. Artinya, pendidikan memang sangat mendukung suatu tindakan atau perilaku dari seseorang, baik yang baik atau yang buruk, tergantung dari pendidikan apa yang diterimanya.
Pendidikan tentang lingkungan hidup pun akan memiliki tujuan yang sama juga. Pendidikan lingkungan hidup akan membuat si pendengar atau didikan akan lebih mengetahui tentang lingkungan hidup itu sendiri, bagaimana cara menjaganya agar tetap baik, lalu mempraktekkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Jika hal ini terus dilakukan, maka seseorang akan terbiasa untuk menjaga lingkungan sekitar. Kebiasaan-kebiasaan baik ini akan dilihat oleh orang lain di sekitarnya. Orang lain pun akan terpengaruh dan akan melakukan hal yang sama juga. Pernah saya dengar, bahwa sebuah desa kecil di pelosok Nusa Tenggara, para penduduk di wilayah tersebut sudah mampu untuk hidup bersih dan sehat, mengelola sampah dan limbah, bahkan mampu untuk mengembalikan desa mereka yang sebelumnya telah rusak menjadi kembali bersih dan asri. Padahal, pada awalnya lingkungan di sekitar desa ini sudah tercemar limbah dan sampah, para penduduknya tidak terbiasa untuk hidup bersih dan sehat. Namun, suatu lembaga yang berkecimpung dalam masalah lingkungan hidup dating dan memerikan penyuluhan yang ternyata dapat mengubah kebiasaan penduduk desa tersebut. Penduduk desa ini sudah mampu memilih mana yang baik atau yang salah kepada lingkungan di sekitarnya. Mereka juga sudah menanamkan hal tersebut kepada anak-anaknya melalui pengajaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Dapat kita simpulkan, bahwa pendidikan tentang lingkungan hidup sangat berpengaruh terhadap lingkungan hidup itu sendiri.
Lingkungan hidup yang bersih dan terjaga sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Masyarakat dapat menghirup udara yang bersih, tanah-tanah subur dan dapat dipergunakan untuk bercocok tanam, dan hewan-hewan dapat hidup di habitat aslinya. Masyarakat akan lebih makmur, sejahtera, dan bahagia jika tinggal di wilayah dengan lingkungan yang baik dan bersih. Kehidupan manusia akan menjadi lebih sehat dan mampu bekerja dengan baik setiap harinya. Kehidupan yang lebih baik akan menanti bagi setiap orang yang mau berusaha untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih. Lingkungan yang bersih, masyarakat yang sehat dan sejahtera merupakan sebagian dari pengaruh pendidikan lingkungan hidup. Jangan pikirkan apa yang dikatakan atau yang diperbuat oleh orang lain, lakukanlah sebaik mungkin yang anda ketahui, dan anda akan memperoleh hasilnya nanti.

Designer Babies

How can it happen?
1. Designer baby is found some scientists in USA to help some infertile couples to have a normal baby. For the first make, the scientists only designed normal baby. But, as the time goes on, the purpose becomes commercial, because now, the rich couples want to have perfect babies, such as good appearance, high intelligence, and healthy. With an expensive cost, they hope they will get what they want.
2. The process is very complicated. It started from the first step, the ovum is taken from the mother, and also the sperms from the father. Before the sperms used, the best condition and quality sperm is chosen by the scientists or doctors. After that, the sperm is implanted into the ovum, with very low voltage electroshock. The fertilized ovum put an incubator. The fertilized ovum will grow into zygote. After that, the scientists will test the zygote, and choose for the best, without any disease and good condition. The zygot will implant to the mother’s womb. In mother’s womb, the zygote will grow to become a baby.

What is a designer baby?
1. Advanced reproductive technologies that can make infertile couples can have their own baby.

2. Advanced reproductive technologies allow parents and doctors to screen embryos for genetic disorders and select healthy embryos.

What can designer baby give to us?
1. We can choose our baby’s sex
• The method is to sort out a sample of the father's sperm and only fertilize the egg with either 'male' sperm or 'female' sperm. So, the parents can have baby like what they want.

2. We can have healthy baby
• Genetic screening of embryos using the techniques of sperm selection and PGD are sophisticated ways to avoid a growing number of genetic diseases.
• Using PGD it will soon be possible to screen and select for many more diseases, like : Duchenne Muscular Dystrophy cystic fibrosis, Down syndrome, Tay-Sachs disease and Hemophilia A.

Designer baby in our world

1. In 2000, in the United States, the Nash family made medical history by having a baby boy who had been selected using PGD to be a perfect tissue match for his very ill older sister. His sister suffered from a rare genetic disease so tissue from her new-born brother's placenta was used to restore her to health.
2. The same thing was allowed to occur in 2001 in the UK and now many more parents are applying to the authorities for permission to do the same thing.
3. In the United States a deaf lesbian couple has intentionally had two deaf children by artificial insemination using sperm from a man who had a long family history of deafness. This couple deliberately chose to bring a child into the world with a disability.


The Effects of Designer Baby

There are two effects from designer babies.
1. The positive effects, like: designer babies can help the infertile couples to have babies, it can make a healthy baby, a smart baby, and like what we want to.
2. But, there are negative effects too, like: the bad cells will be discarded, it mean killing. We know that killing is a bad activity. Besides that, not all designer babies will not create a baby like we want. Some parents will be very disappointed and they will not take care of the babies. And designer babies will widen the GAP among the rich and the poor. Rich parents always want to have perfect babies, for the better future, but the poor can’t have the perfect babies. The government will only pay attention to the growth of the babies from the rich people, and they will abandon the babies from the poor people.

Polusi Udara

Polusi udara adalah masalah klasik yang timbul dari pertumbuhan jumlah penduduk dan industri yang berkembang pesat hampir di seluruh dunia. Industrialisasi telah membuat pabrik-pabrik menggunakan bahan bakar sebagai penggerak industri, dan membuangnya tanpa ada usaha untuk menguarngi racun atau menetralisasikannya, sehinnga asap buangan itu tidak berbahaya.
Tapi tahukah anda bahwa Indonesia dikenal sebagai negara penghasil polusi udara. Keadaan ini diperparah dengan penggundulan hutan yang membabi buta. Oleh sebab itu, Indonesia dikenal juga sebagai negara pengrusak hutan teratas di dunia. Padahal pohon-pohon yang ada di hutan adalah salah satu cara untuk mengurangi polusi, kita tahu bahwa pohon dapat menyerap karbon dioksida yang merupakan racun berbahaya kemudian mengubahnya menjadi oksigen yang berguna bagi manusia.
Mengapa polusi udara itu sangat berbahaya adalah pertanyaan masyarakat awam. Polusi udara dapat menimbulkan banyak penyakit mulai dari laergi, mata perih atau sakit mata, gangguan pernapasan, dan lainnya. Polusi udara juga akan mempengaruhi proses transportasi, peternakan hewan-hewan, dan banyak lagi. Banyaknya orang yang tidak mengetahui bahaya atau dampak buruk inilah yang menandakan bahwa pemerintah belum mampu memberikan penyuluhan atau pengajaran kepada masyarakat. Hanya sedikit orang yang mengetahui dampak buruk dari polusi ini, yang biasanya berasal dari kalangan menengah ke atas.
Jadi, memang benar sebuah pernyataan bahwa polusi udara adalah masalah yang wajib untuk diatasi. Asap kendaraan bermotor, pabrik-pabrik, industri rumahan telah mencemari lingkungan. Sudah banyak lembaga-lembaga pemerhati lingkungan yang menyerukan upaya untuk mengurangi polusi udara dan menanam pohon sebagai penangkalnya. Negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan lainnya juga setuju untuk mengurangi polusi udara melalui perjanjian-perjanjian yang telah disepakati. Badan dunia seperti PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) juga telah bergerak untuk menyelesaikan masalah ini.
Bagaimana dengan negeri kita? Pemerintah Indonesia sudah berupaya mengatasi masalah ini. Sudah banyak program-program yang diupayakan oleh pemerintah dalam mengurangi polusi udara. Memang pemerintah terlihat kurang tegas dan sigap dalam menghadapi kenyataan ini. Pemerintah terkesan lambat dalam membuat peraturan ataupun undang-undang yang dapat mencegah penggundulan hutan. Pemerintah juga belum mampu memberikan pengetahuan atau penyuluhan yang memadai kapada selurh lapisan masyarakat. Tapi bukan berarti ini seluruhnya merupakan salah pemerintah, kita sebagai warga negara juga wajib berpartisipasi. Sebab tanpa partisipasi masyarakat masalah ini juga sulit diatasi. Sebagai warga yang baik marilah kita bersama-sama mengurangi polusi udara. Kita dapat menanam pohon-pohon di halaman rumah kita, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dengan menggunakan kendaraan seperlunya, dan masih banyak yang lain. Sudah selayaknya kita bersatu dalam mengurangi polusi udara, karena ini juga akan berguna bagi kita dan generasi yang akan datang.

Subject: 11 weird (about September 11th, 2001)

Message:
  1. New York City has 11 letters.
  2. Afghanistan has 11 letters.
  3. Ramsin Yuseb (The terrorist who threatened to destroy the Twin Towers in 1993) has 11 letters.
  4. George W Bush has 11 letters.

This could be a mere coincidence, but this gets
more interesting:
  1. New York is the 11th state.
  2. The first plane crashing against the TwinTowers was flight number 11.
  3. Flight 11 was carrying 92 passengers. 9 + 2 =11
  4. Flight 77 which also hit Twin Towers, was carrying 65 passengers. 6+5 = 11
  5. The tragedy was on September 11, or 9/11 as it is now known. 9 + 1+ 1 = 11
  6. The date is equal to the US emergency services telephone number 911. 9 + 1 + 1 = 11.

Sheer coincidence..?! Read on and make up your
own mind:
  1. The total number of victims inside all the hi-jacked planes was 254. 2 + 5 + 4 = 11.
  2. September 11 is day number 254 of the calendar year. Again 2 + 5 + 4= 11.
  3. The Madrid bombing took place on 3/11/2004.  3+ 1 + 1 + 2 + 4 = 11.
  4. The tragedy of Madrid happened 911 days after the Twin Towers incident.

Now this is where things get totally eerie:
The most recognized symbol for the US, after the Stars & Stripes, is the Eagle. The following verse is taken from the Quran, the Islamic holy book:
"For it is written that a son of Arabia would awaken a fearsome Eagle. The wrath of the Eagle would be felt throughout the lands of Allah and lo, while some of the people trembled in despair still more rejoiced: for the wrath of the Eagle cleansed the lands of Allah and there was peace."
That verse is number 9.11 of the Quran.

Still not convinced about all of this..?! Try this and
see how you feel
afterwards, it made my hair stand on end:
  1. Open Microsoft Word and do the following:
  2. Type in capitals Q33 NY. This is the flight
  3. number of the first
  4. plane to hit one of the Twin Towers.
  5. Highlight the Q33 NY.
  6. Change the font size to 48.
  7. Change the actual font to the WINGDINGS
What do you think now?!!

Jumat, 12 September 2008

Bulan Ramadhan, Jalanan Jakarta Sepi

Seminggu sudah ramadhan berlangsung di seluruh lapisan masyarakat Indonesia, yang mayoritas beragama islam. Ramadhan adalah sebuah bulan yang merupakan sebuah persiapan iman atau batin menuju sebuah hari, yaitu hari Idul Fitri atau hari kemenangan. Selama bulan ini, seluruh umat islam menahan diri dari segala nafsu melalui berpuasa fisik (tidak makan atau minum) dan berbuat tindakan-tindakan yang dianjurkan oleh agama.

Ramadhan memang berpengaruh sangat besar, salah satunya adalah kebiasaan masyarakat. Dapat kita lihat, bahwa jalanan di kota-kota besar, seperti Jakarta menjadi lebih sepi. Hal ini terjadi karena para pekerja atau pegawai diberikan sedikit kebebasan dalam bekerja oleh instansi atau sejumlah perusahaan. Mereka berangkat kerja menjadi “lebih siang” dan pulang kerja “lebih pagi”. Selain berpengaruh kepada jam kerja yang berkurang, dan produktivitas kerja yang menurun, bulan ramadhan juga membuat jalanan menjadi sepi.

Jalanan memang menjadi sepi, karena berkurangnya pengguna angkutan ataupun kendaraan pribadi yang disebabkan bergesernya jam berangkat dan pulang kantor. Namun di sisi lain, sepi yang saya maksud adalah sepi dari kata-kata kasar yang biasa diucapkan. Seringkali saya mendengar kata-kata kasar yang keluar dari mulut pengguna jalan yang tidak puas akan keadaan jalanan, salah satunya masalah klasik di kota Jakarta, yaitu kemacetan. Para pengguna jalan sering mengucapkan kata-kata kasar sebagai pelampiasan mereka terhadap kemacetan, maupun penyebab kemacetan itu sendiri, misalnya kendaraan lain yang mogok, atau matinya lampu lalu lintas. Para pengemudi berkata kasar kepada supir bus yang memotong jalurnya, pengendara motor yang berkata kasar terhadap pengendara lainnya yang menghalangi jalan mereka, dan masih banyak yang lain.

Bulan Ramadhan ini membuat jalanan menjadi sepi dari kata-kata kasar, saya melihat dan merasakannya sendiri. Jumlah ucapan kasar di jalanan berkurang drastis saat ramadhan dibandingkan waktu-waktu lain diluar ramadhan. Kebiasaan buruk ini berhasil dikurangi dengan adanya norma agama yang melarang orang untuk mengucapkan kata kasar, khususnya di dalam bulan ramadhan.

Tapi hal ini patut kita sayangkan, pada waktu-waktu lain, semisal setelah ramadhan, kebiasaan buruk berkata kasar akan kembali menggema di jalanan. Kata-kata kasar ini akan kembali akrab bagi para pengguna jalan. Mungkin ini adalah salah satu contoh rendahnya moral bangsa ini, karena masyarakatnya tidak mampu mengontrol diri mereka. Namun, apakah kita hanya menyalahkan masyarakat saja tanpa berpikir bahwa pemerintah belum memberikan suatu pelayanan yang maksimal bagi pengguna jalan. Memang masalah di bangsa ini sangat kompleks, mulai dari korupsi, kesenjangan sosial, ketidakadilan, harga barang-barang yang meroket, hingga ketidakmampuan pemerintah memberikan sebuah pelayanan yang memadai.

Semoga suatu saat nanti, bangsa ini dapat menjadi bangsa yang mampu mengontrol diri, emosi, dan mampu menghargai orang lain, tanpa memandang dia adalah supir angkutan, pengendara motor, atau pemilik mobil mewah. Semuanya saling menghormati di dalam segala aspek kehidupan, termasuk saat di jalan.

Sabtu, 06 September 2008

Cinta Indonesia

Punyakah kita rasa cinta pada tanah air ini? Dalam bentuk apa kecintaan itu kita tunjukkan? Pertanyaan-pernyataan yang bersifat reflektif ini rasanya tepat untuk kita ajukan di saat 17 Agustus memperingati HUT ke-63 RI, atau ketika bangsa ini memperingati hari kemerdekaan. Sebab, tidak tertutup kemungkinan kita yang lahir dan hidup di negeri ini tidak memiliki rasa cinta, tidak punya rasa memiliki, dan tidak pernah berbuat apa-apa untuk republik ini.
Dalam agama, cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Ini menunjukkan betapa kecintaan kepada tanah air merupakan sesuatu yang sangat penting. Dan, seharusnya semua penduduk di negeri ini memiliki rasa tersebut. Namun, fakta yang kita saksikan bicara lain. Sesuatu yang penting ini ternyata tidak dianggap penting. Tanah air ini menjadi rumah yang tak bertuan. Para penghuninya berebut untuk menjarah dan memorak-porandakannya. Jika hari ini kita melihat daerah terpencil, kesengsaraan dan kesejahteraan selalu dikaitkan dengan pemerintah pusat. Banding-membanding pun kita lakukan. Padahal tanah air ini tidak memandang daerah dan pusat. Tapi itulah yang jadi kenyataan. Makanya, memandang tanah air harus ada kesetaraan dan keadilan.
Kenyataan pada sisi lain, pemimpin yang seharusnya menebar kebaikan malah mengumbar keburukan. Agamawan yang seharusnya menyampaikan kebenaran malah menyembunyikan kebenaran. Ilmuwan yang seharusnya menebar pencerahan malah menyuguhkan kegelapan. Aparat keamanan yang seharusnya menebar ketenteraman malah menebar ketakutan. Hakim yang seharusnya menebar keadilan malah menyuburkan ketidakadilan. Pengusaha yang seharusnya menebar kemakmuran malah melahirkan malapetaka. Penggambaran seperti itu mungkin terlalu ekstrem. Namun, rasanya kita tidak perlu mengingkarinya. Banyak di antara kita baik secara sadar maupun tidak telah melakukannya.
Bila ukuran kecintaan itu hanya dengan memeriahkan HUT kemerdekaan, mungkin di antara kita telah melakukan. Bukankah setiap 17 Agustus kita berlomba-lomba menggelar kegiatan dan membenahi lingkungan kita? Mewujudkan rasa cinta seperti itu tentu tidak dilarang. Tapi, itu nilainya sangat rendah. Sangat jauh dari arti cinta tanah air yang sesungguhnya. Tanah air ini hakikatnya rumah kita bersama. Maka, seharusnyalah kita menjaga, memelihara, dan menjadikan sebagai tempat yang nyaman untuk hidup bersama. Rumah ini harus menjadi surga kita bersama. Bukan mejadi surga untuk sebagian dan jadi neraka untuk sebagian yang lain.
Kehancuran dan kesengsaraan yang kita hadapi sering merupakan buah dari apa yang kita lakukan sendiri. Hujan yang seharusnya menjadi berkah malah menjadi bencana. Ini terjadi karena sebagian di antara kita begitu liar membabati hujan. Dengan kesuburan tanah dan kekayaan alam yang dimiliki negeri ini, bangsa ini seharusnya hidup dalam kecukupan materi. Namun, fakta menunjukkan sebaliknya. Bangsa ini menjadi bangsa yang miskin dan menjadi peminta-minta. Kekayaan alam dieksploitasi dengan tidak ada rasa tanggung jawab. Jutaan hektare hutan kita yang memberikan kesejukan, ternyata membawa petaka yang tidak pernah habis, sengsara ketika hujan dan ketika kemarau. Sungguh ironis! Ini hanya gambaran kecil, imbas dari wujud ketidakcintaan kita kepada tanah air ini. Akankah kita terus melakukannya?