Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda menyayangkan langkah Pemprov DKI Jakarta yang berniat mencari investor asing untuk mengembangkan sistem operasional lima koridor baru busway.
Undang investor asing tidak akan menyelesaikan persoalan pengelolaan busway yang kian tidak karauan sejauh environment usaha yang diciptakan Pemrov DKI Jakarta tidak kondusif. Ketua Bidang Prasarana dan Angkutan DPP Organda Rudi Thehamihardja mengemukakan hal itu di Jakarta, Jumat (24/10).
Ia menanggapi langkap Pemprov yang Kamis kemarin menawarkan pengembangan sistem operasional lima koridor busway itu kepada para investor asing yang hadir dalam Forum Bisnis Jakarta (Jakarta Business Forum) bertema Invest Jakarta 2008. Forum tersebut antara lain dihadiri oleh investor dari Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, RRC, India, dan Australia.
Menurut Rudi, investor lokal bukannya tidak mampu memiliki kinerja seperti asing. Namun, lingkungan usaha, di mana masih ada pungli dan tidak ada transparansi, membuat pemilik modal lokal jadi tampak tidak tertarik untuk menanam modal atau tidak bisa menunjukkan kinerja yang maksimal .
"Jangan hanya mau kinerja seperti asing tapi enviroment usahanya masih Indonesia. Pungli marak, sesuai kesepakatan tender bus jalan 300 km per hari, tapi yang terjadi hanya 200 km," kata Rudi.
Lima koridor baru yang hendak ditawarkan ke asing itu adalah koridor XI (Pulogebang-Kampung Melayu), XII (Pluit-Tanjungpriok), XIII (Pondok Kelapa-Blok M), XIV (UI-Manggarai), dan XV (Ciledug-Blok M). Saat ini Pemprov DKI Jakarta telah mengoperasikan tujuh koridor busway, tiga koridor lainya, yaitu koridor VIII, IX dan X telah selesai pengerjaan infrastruknya, tetapi pengadaan bus masih dalam proses lelang. Berdasarkan rencana semula, tiga koridor terakhir itu seharusnya sudah beroperasi pada September.
Jumat, 24 Oktober 2008
Bus Transjakarta dari Lorena Segera Beroperasi
JAKARTA, JUMAT- Sebanyak 40 bus Transjakarta yang diadakan oleh PT Eka Sari Lorena segera dioperasikan. Bus-bus itu akan beroperasi di koridor V (Kampung Melayu-Ancol) dan VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu).
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, Jumat (24/10), mengatakan, Lorena tinggal menyelesaikan beberapa masalah administrasi sebelum dapat beroperasi.
Beroperasinya ke-40 bus Transjakarta akan meningkatkan pelayanan kepada pengguna angkutan massal itu. Pengoperasian Lorena masih meninggalkan masalah perbedaan tarif yang harus dibayar oleh BLU Transjakarta kepada konsorsium PT Jakarta Trans Metropolitan dan kepada PT Eka Sari Lorena.
Tarif yang harus dibayar kepada PT Jakarta Trans Metropolitan adalah Rp 12.885 per kilometer, sementara kepada PT Eka Sari Lorena Rp 9.700 per kilometer.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, Jumat (24/10), mengatakan, Lorena tinggal menyelesaikan beberapa masalah administrasi sebelum dapat beroperasi.
Beroperasinya ke-40 bus Transjakarta akan meningkatkan pelayanan kepada pengguna angkutan massal itu. Pengoperasian Lorena masih meninggalkan masalah perbedaan tarif yang harus dibayar oleh BLU Transjakarta kepada konsorsium PT Jakarta Trans Metropolitan dan kepada PT Eka Sari Lorena.
Tarif yang harus dibayar kepada PT Jakarta Trans Metropolitan adalah Rp 12.885 per kilometer, sementara kepada PT Eka Sari Lorena Rp 9.700 per kilometer.
Operasi Massal Bibir Sumbing
Jumat, 24 Oktober 2008 | 14:51 WIB
JAKARTA,JUMAT-Sebanyak 27 pasien menderita penyakit bibir sumbing dan mikrotia mendapatkan pengobatan gratis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Jumat (24/10).
Pengobatan ini menjadi bagian kepedulian dalam bakti sosial yang dilakukan oleh dokter-dokter bagian bedah plastik kraniofasial RSCM bersama dokter-dokter dari Chang Gung Craniofacial Center, Taiwan. Bakti sosial ini juga mengobati penderita dengan mikrotia, yakni penderita dengan kelainan bawaan lahir berupa daun telinga yang kecil.
Operasi bibir sumbing serta operasi pembuatan daun telinga membutuhkan 33 prosedur untuk mendapatkan hasil yang optimal. "Tim dokter bekerja secara terpadu, melibatkan Speech pathologist, speech therapist dan Orthodontist," kata Dr Enrina Diah, dokter ahli bedah plastik Kraniofasial RSCM . "Sehingga anak-anak yang telah dioperasi benar-benar dapat beradaptasi dan memaksimalkan kemampuan bicaranya," tambahnya disela-sela jumpa pers di ruang Djamaludin, Jakarta, Jumat (24/10).
Dari pantauan Kompas.com, pasien yang dioperasi berumur 6 bulan - 30 tahun. Semuanya berasal dari keluarga kurang mampu yang datang dari Bogor, Jakarta dan ada yang berasal dari Makassar.
Beberapa pasien saat ditemui merasa bahagia bisa ikut pengobatan gratis ini seperti yang dikatakan Marhali (42). "Alhamdulillah banget anak saya si-Rifansyah bisa dioperasi gratis. Meskipun gratis, pelayanannya tetap bagus, kami tidak menyangka," katanya sambil kedua tangannya mengusap-usap dahi anaknya yang masih berumur tiga tahun.
Hal senada juga dikatakan oleh Atma (22), warga Bojong Gede, Bogor yang datang bersama suaminya. "Amin ya raobbal Allamin anak saya bisa sembuh. Sebetulnya ini operasi yang kedua, yang pertama bulan Desember kemarin operasi bibir yang diadakan oleh salah satu program televisi di Indonesia, sekarang anak saya dioperasi langitnya," katanya.
Selain mengadakan kegiatan amal, RSCM dalam waktu dekat akan segera membuka pusat layanan khusus kraniofasial. Layanan ini akan terintegrasi menjadi satu atap sehingga memudahkan penderita mendapatkan pelayanan prima dari Rumah Sakit yang menjadi rujukan nasional.
JAKARTA,JUMAT-Sebanyak 27 pasien menderita penyakit bibir sumbing dan mikrotia mendapatkan pengobatan gratis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Jumat (24/10).
Pengobatan ini menjadi bagian kepedulian dalam bakti sosial yang dilakukan oleh dokter-dokter bagian bedah plastik kraniofasial RSCM bersama dokter-dokter dari Chang Gung Craniofacial Center, Taiwan. Bakti sosial ini juga mengobati penderita dengan mikrotia, yakni penderita dengan kelainan bawaan lahir berupa daun telinga yang kecil.
Operasi bibir sumbing serta operasi pembuatan daun telinga membutuhkan 33 prosedur untuk mendapatkan hasil yang optimal. "Tim dokter bekerja secara terpadu, melibatkan Speech pathologist, speech therapist dan Orthodontist," kata Dr Enrina Diah, dokter ahli bedah plastik Kraniofasial RSCM . "Sehingga anak-anak yang telah dioperasi benar-benar dapat beradaptasi dan memaksimalkan kemampuan bicaranya," tambahnya disela-sela jumpa pers di ruang Djamaludin, Jakarta, Jumat (24/10).
Dari pantauan Kompas.com, pasien yang dioperasi berumur 6 bulan - 30 tahun. Semuanya berasal dari keluarga kurang mampu yang datang dari Bogor, Jakarta dan ada yang berasal dari Makassar.
Beberapa pasien saat ditemui merasa bahagia bisa ikut pengobatan gratis ini seperti yang dikatakan Marhali (42). "Alhamdulillah banget anak saya si-Rifansyah bisa dioperasi gratis. Meskipun gratis, pelayanannya tetap bagus, kami tidak menyangka," katanya sambil kedua tangannya mengusap-usap dahi anaknya yang masih berumur tiga tahun.
Hal senada juga dikatakan oleh Atma (22), warga Bojong Gede, Bogor yang datang bersama suaminya. "Amin ya raobbal Allamin anak saya bisa sembuh. Sebetulnya ini operasi yang kedua, yang pertama bulan Desember kemarin operasi bibir yang diadakan oleh salah satu program televisi di Indonesia, sekarang anak saya dioperasi langitnya," katanya.
Selain mengadakan kegiatan amal, RSCM dalam waktu dekat akan segera membuka pusat layanan khusus kraniofasial. Layanan ini akan terintegrasi menjadi satu atap sehingga memudahkan penderita mendapatkan pelayanan prima dari Rumah Sakit yang menjadi rujukan nasional.
Langganan:
Komentar (Atom)