Jumat, 24 Oktober 2008 | 14:51 WIB
JAKARTA,JUMAT-Sebanyak 27 pasien menderita penyakit bibir sumbing dan mikrotia mendapatkan pengobatan gratis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Jumat (24/10).
Pengobatan ini menjadi bagian kepedulian dalam bakti sosial yang dilakukan oleh dokter-dokter bagian bedah plastik kraniofasial RSCM bersama dokter-dokter dari Chang Gung Craniofacial Center, Taiwan. Bakti sosial ini juga mengobati penderita dengan mikrotia, yakni penderita dengan kelainan bawaan lahir berupa daun telinga yang kecil.
Operasi bibir sumbing serta operasi pembuatan daun telinga membutuhkan 33 prosedur untuk mendapatkan hasil yang optimal. "Tim dokter bekerja secara terpadu, melibatkan Speech pathologist, speech therapist dan Orthodontist," kata Dr Enrina Diah, dokter ahli bedah plastik Kraniofasial RSCM . "Sehingga anak-anak yang telah dioperasi benar-benar dapat beradaptasi dan memaksimalkan kemampuan bicaranya," tambahnya disela-sela jumpa pers di ruang Djamaludin, Jakarta, Jumat (24/10).
Dari pantauan Kompas.com, pasien yang dioperasi berumur 6 bulan - 30 tahun. Semuanya berasal dari keluarga kurang mampu yang datang dari Bogor, Jakarta dan ada yang berasal dari Makassar.
Beberapa pasien saat ditemui merasa bahagia bisa ikut pengobatan gratis ini seperti yang dikatakan Marhali (42). "Alhamdulillah banget anak saya si-Rifansyah bisa dioperasi gratis. Meskipun gratis, pelayanannya tetap bagus, kami tidak menyangka," katanya sambil kedua tangannya mengusap-usap dahi anaknya yang masih berumur tiga tahun.
Hal senada juga dikatakan oleh Atma (22), warga Bojong Gede, Bogor yang datang bersama suaminya. "Amin ya raobbal Allamin anak saya bisa sembuh. Sebetulnya ini operasi yang kedua, yang pertama bulan Desember kemarin operasi bibir yang diadakan oleh salah satu program televisi di Indonesia, sekarang anak saya dioperasi langitnya," katanya.
Selain mengadakan kegiatan amal, RSCM dalam waktu dekat akan segera membuka pusat layanan khusus kraniofasial. Layanan ini akan terintegrasi menjadi satu atap sehingga memudahkan penderita mendapatkan pelayanan prima dari Rumah Sakit yang menjadi rujukan nasional.
Jumat, 24 Oktober 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar