Jumat, 24 Oktober 2008

Disayangkan Busway Ditawarkan ke Asing

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda menyayangkan langkah Pemprov DKI Jakarta yang berniat mencari investor asing untuk mengembangkan sistem operasional lima koridor baru busway.

Undang investor asing tidak akan menyelesaikan persoalan pengelolaan busway yang kian tidak karauan sejauh environment usaha yang diciptakan Pemrov DKI Jakarta tidak kondusif. Ketua Bidang Prasarana dan Angkutan DPP Organda Rudi Thehamihardja mengemukakan hal itu di Jakarta, Jumat (24/10).

Ia menanggapi langkap Pemprov yang Kamis kemarin menawarkan pengembangan sistem operasional lima koridor busway itu kepada para investor asing yang hadir dalam Forum Bisnis Jakarta (Jakarta Business Forum) bertema Invest Jakarta 2008. Forum tersebut antara lain dihadiri oleh investor dari Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, RRC, India, dan Australia.

Menurut Rudi, investor lokal bukannya tidak mampu memiliki kinerja seperti asing. Namun, lingkungan usaha, di mana masih ada pungli dan tidak ada transparansi, membuat pemilik modal lokal jadi tampak tidak tertarik untuk menanam modal atau tidak bisa menunjukkan kinerja yang maksimal .

"Jangan hanya mau kinerja seperti asing tapi enviroment usahanya masih Indonesia. Pungli marak, sesuai kesepakatan tender bus jalan 300 km per hari, tapi yang terjadi hanya 200 km," kata Rudi.

Lima koridor baru yang hendak ditawarkan ke asing itu adalah koridor XI (Pulogebang-Kampung Melayu), XII (Pluit-Tanjungpriok), XIII (Pondok Kelapa-Blok M), XIV (UI-Manggarai), dan XV (Ciledug-Blok M). Saat ini Pemprov DKI Jakarta telah mengoperasikan tujuh koridor busway, tiga koridor lainya, yaitu koridor VIII, IX dan X telah selesai pengerjaan infrastruknya, tetapi pengadaan bus masih dalam proses lelang. Berdasarkan rencana semula, tiga koridor terakhir itu seharusnya sudah beroperasi pada September.

Tidak ada komentar: